Warga Majene Terus Bertahan Di Tenda Pengungsi, Khawatir Tsunami dan Gempa Lebih Besar

Kliknusantara.com | Majene – Kondisi terkini pasca gempa hebat Jum’at 15 Januari lalu di Sulawesi Barat, masih memprihatinkan. Warga korban bencana masih memenuhi tenda-tenda pengungsian untuk menghindar dari dampak gempa tersebut.

“Kami terpaksa masih berada di tenda pengungsian sudah beberapa hari ini,” kata Herman salah seorang tokoh masyarakat yang turut mengungsi via sambungan seluler Selasa siang (19/1/21).

Herman menuturkan, kondisi masyarakat masih trauma dan memilih mengungsi kendati rumah mereka masih ada yang bertahan dari hantaman gempa bumi. Situasi itu semakin mengkhawatirkan sebab guncangan gempa susulan masih juga datang. Bahkan mencapai kekuatan magnitudo 5.

Belum lagi kata Herman, kekhawatiran datangnya tsunami juga menghantui pikiran masyarakat yang dekat dari laut.

Disinggung soal logistik di pengungsian, Herman mengatakan di beberapa tenda pengungsian, cukup tersedia. Hanya saja di beberapa tempat lainnya masih kekurangan karena terputusnya semua akses ke tempat itu.

Untuk itu, pihaknya berharap ada upaya lain mengirimkan paket bantuan kepada warga yang daerahnya terisolir itu.

Sayangnya komunikasi kurang lancar sehingga informasi dari Herman saat dihubungi terputus-putus. Nampaknya fasilitas umum baik jaringan telekomunikasi maupun PLN belum berfungsi normal.

Sementara itu, petang jelang malam tadi, jalan di Desa Onang Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene ditutup total. Jalur masuk ke Mamuju itu ditutup karena adanya kerawanan yang mengancam pengendara.

Himbauan disampaikan masyarakat bersama petugas kepolisian setempat. Penutupan itu untuk menghentikan lalulintas kendaraan karena adanya material longsoran berupa batu berukuran besar yang menggantung dan sewaktu-waktu bisa jatuh menimpa pengendara yang melintas.

“Mohon perhatiannya saat ini kami akan menutup total jalan di Onang Majene bersama Pihak Kepolisian sehingga tidak ada lagi kendaraan yang akan melintas keluar masuk Mamuju malam ini yang akan melintas di desa Onang mengingat di lokasi Longsoran tadi subuh masih terdapat material batu Raksasa di atas Tebing yang posisinya sudah tidak stabil/menggantung dan setiap saat bisa meluncur ke bawah yang sangat membahayakan pengguna Jalan. Demikian kami sampaikan dan mohon pengertiannya demi keselamatan kita semua”. Demikian bunyi himbauan yang beredar.. .. .. (Red?)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Peduli Bencana Banjir, Kodim Tenggarong Kirim Bantuan Logistik ke Kalimantan Selatan

Tue Jan 19 , 2021
Kliknusantara.com | KUTAI KARTANEGARA – Komandan Kodim 0906/Tenggarong Letkol Inf Charles Alling, SE.,M.MDS beserta Perwira Staf Makodim dan Persit Kartika Chandra Kirana cabang XVIII Kodim 0906/ Tenggarong Koorcab Rem 091/ASN PD VI/Mulawarman melepas pemberangkatan logistik Bhakti Sosial bencana alam Banjir yang ada di Kalimantan Selatan. Acara sarat nilai sosial dan […]