Warga Giat Bertani Setelah Adanya Perdes Ternak, Begini Rencana Tindak Lanjut Kepala Desa Stadong

Amrin Halim. Kepala Desa Stadong Kecamatan Dampal Utara, Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Kliknusantara.com | DAMPAL UTARA – Warga Desa Stadong Kecamatan Dampal Utara mulai giat bertani sejak diberlakukannya Perdes tentang Ternak oleh Pemerintah Desa Stadong beberapa waktu lalu.

Kegiatan pertanian dan perkebunan di desa itu tak berkembang dengan baik karena banyaknya ternak berkeliaran baik siang maupun malam hari. Tanaman di ladang maupun persawahan milik warga selalu jadi sasaran ternak yang tak terurus oleh pemiliknya.

Setelah adanya peraturan desa yang mengatur pengelolaan ternak dengan ancaman denda yang berat, giat pertanian berangsur pulih. Warga mulai semangat kembali bercocok tanam. Bahkan sudah ada yang menikmati hasil panen yang yang melimpah.

Salah seorang warga yang berhasil memanen tanamannya dengan hasil yang lumayan adalah Amiruddin. Warga Dusun Bantoli ini mengaku bersyukur atas hasil kebun kacang tanah miliknya yang mencapai 300 kaleng kapasitas 25 Liter belum kupas.

“Sangat disyukuri. Itu tidak lepas dari diberlakukannya Perdes Ternak. Dan kami berterimakasih kepada Pak Kepala Desa dengan pemberlakuan Perdes itu,” tutur Amiruddin.

Sementara itu, Kepala Desa Stadong Kecamatan Dampal Utara, Amrin Halim saat dikonfirmasi awak Liputan Desa Membangun, terkait giat warganya kembali semangat bertani dengan adanya Perdes tersebut, mengaku sangat senang dan bersyukur.

Amrin Halim mengatakan pihaknya ingin mendorong peningkatan hasil Pertanian yang merupakan potensi besar di desanya. Dengan keinginan itulah sehingga ia berani menertibkan ternak melalui peraturan Desa yang dikeluarkannya atas kesepakatan seluruh warga dan semua pihak terkait.

“Pengembangan pertanian adalah fokus kami sekarang,” tandas Kepala Desa Stadong ini.

Untuk memberlakukan Perdes yang mengatur keberadaan ternak itu, bukanlah perkara mudah. Banyak Desa di Tolitoli telah membuat hal yang sama namun tak berjalan efektif.

Keseriusan dan kesungguhan penuh tanggung jawab dan komitmen dengan konsekuensinya menjadi kunci kesuksesan penerapan Perdes itu. Media ini mencatat saat pemberlakuan Perdes ternak di Stadong, Kepala Desa sampai menjual seluruh ternak miliknya sebagai bukti keseriusannya dalam penerapan Perdes.

Komitmen Amrin Halim dalam upaya memajukan pertanian di desanya, termasuk tanaman palawija berupa jagung dan kacang tanah ditunjukkan dengan mendorong petani untuk menanam sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya.

Kades akan mengaktifkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menampung dan mencarikan pasar hasil panen masyarakatnya.

“Rencana ke depan BUMDes yang akan mengelolah hasil panen para petani di Stadong agar mereka tidak perlu khawatir soal pemasaranya,” urai Amrin.

Terkait upaya memajukan dan mendorong semangat warganya bercocok tanam, pihaknya berusaha mencarikan jalur untuk mendapatkan benih dan pupuk. Itu agar tersedia pupuk dan benih yang siap tanam. Salah satunya mengajukan proposal ke Kabupaten.

“Kami mengajukan 2 buah proposal permohonan benih jagung dan kacang tanah ke Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. Untuk 2 KWT (kelompok wanita tani) agar mereka lebih mudah untuk menanam karena benih sudah siap,” ungkap Kades.

“Mudah-mudahan saja Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura merealisasi permohonan kami tersebut,” tutupnya menyudahi perbincangan…….. (Aby).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Bisa Bangun Rumah Permanen dan Kuliahkan Anak, Kisah Sukses Pemburu Durian Dondo Dari Bambapun

Fri Jan 29 , 2021
Kliknusantara.com | DONDO – Mungkin tak banyak orang di Dondo yang tahu bagaimana prospek bisnis buah Durian sejauh pengetahuan pedagang Durian Dondo asal Desa Bambapun satu ini. Jualan buah durian ia lakoni terhitung sudah cukup lama. Sehingga mereka yang biasa mampir membeli dan menikmati buah dengan bau harum khas ini, […]