Warga Binaan Lapas Tolitoli Ikuti Apel Kesadaran Bela Negara Dipimpin Kakanwil Kemenkumham Sulteng

Dandim 1305 Buol Tolitoli bersama Pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Tolitoli saat menghadiri kegiatan apel kesadsran bela negara di Lapas Kelas II B Tolitoli Kamis malam. 14 September 2020.

Kliknusantara.com | TILITOLI – Warga Binaan Lembaga Pemasyaraktan (Lapas) Kelas II B Tolitoli ikuti Apel Kesadaran Bela Negara yang dipimpin Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Lilik Sujandi, Bc.IP. S.IP., M.Si., Kamis (24/09/2020) malam.

Para narapidana yang tergabung dalam Satuan Komunitas Pengayoman Pramuka Bina Narapidana di Lapas Kelas II B Tolitoli itu, mengikuti Apel Kesadaran Bela Negara itu secara virtual melalui telekonferen yang juga diikuti warga binaan lapas se-Sulteng.

Turut dihadir di Lapas Kelas II B Tolitoli dalam kegiatan yang bersinergi dengan Korem 132/Tadulako itu, Komandan Kodim 1305 Buol Tolitoli, Letnan Kolonel Infanteri Farid Yudis Purwanto dan pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Tolitoli.

Kegiatan apel kesadsran Bela Negara itu merupakan komitmen Kemenkumham Sulawesi Tengah dalam meningkatkan pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Sulteng.

Dalam arahannya, Kakanwil mengatakan hal itu sebagai upaya mengatasi over crowded di lapas yang sampai saat ini masih terjadi. Bukan dari aspek pengurangan kuantitas hunian tetapi dari aspek peningkatan pembinaan ketahanan mental narapidana.

“Kegiatan bela Negara ini untuk membangun dan meningkatkan rasa kebersamaan, semangat dan wawasan kebangsaan, membangun disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran berinteraksi sosial, kelompok dan bernegara serta mengimplementasikan nilai bela negara kepada warga binaan pemasyarakatan,” kata Kakanwil Kemenkumham Sulteng.

Dikatakannya, langkah itu bertujuan agar selama mereka berada di dalam Lapas, narapidana senantiasa berkelakuan baik.

“Dan setelah bebas nantinya dapat berinteraksi secara sehat dengan lingkungan masyarakatnya,” papar Kakanwil,

Pembinaan Kesadaran Bela Negara terhadap WBP itu menurut Lilik Sujandi, dengan cara melaksanakan beberapa kegiatan seperti: Apel Bela Negara, Upacara Kesadaran Nasional setiap tanggal 17, latihan baris berbaris, menyanyikan lagu daerah dan nasional, permainan olah raga tradisionil, seperti yang sudah dilaksanakan di Lapas dan Rutan dalam bentuk Satuan Komunitas Pengayoman Pramuka Bina Narapidana.

Terkait kebijakan tersebut, Kakanwil mengungkapka bahwa sebelumnya, pihaknya telah melakukan sinergi dengan Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako, Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal TNI Farid Makruf.

Diungkapaknnya pula bahwa hal itu telah mendapatkan dukungan sepenuhnya oleh Danrem.

Apa lagi menurutnya, kegiatan Bela negara di Lembaga Pemasyrakatan dilaksanakan berdasarkan MoU menteri hukum dan HAM dengan Menteri Pertahanan tanggal 21 Juni 2017 tentang pembinaan kesadaran bela negara.

Dari hasil MoU tersebut akan disosialisasikan sebagai upaya pelaksanaan bagi jajaran petugas dan narapidana, dimana manfaat yang akan diperoleh WBP khususnya Napi akan meningkatnya kesadaran nasional serta disiplin baik terhadap dirinya, keluarga, dan lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini akan menjadi program pembinaan mental yang diterapkan di seluruh lapas di indonesia khususnya di Sulawesi Tengah,” beber Kakanwil.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Bupati H2G Pastikan Tunjangan ASN, Honorer, TKS Naik

Thu Sep 24 , 2020
Kliknusantara.Com | MUSI RAWAS – Sebagai bentuk apresiasi, penghargaan dan perhatian kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Pemkab Mura), Bupati Mura, H Hendra Gunawan memastikan di 2021 mendatang semua tunjungan pegawai naik. Baik itu tunjangan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Honorer dan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) […]