Walikota Bogor Tak Beretika, MER-C Sesalkan Intervensi Atas Tim Medis Habib Rizieq Di Rumah Sakit

Habib Rizieq Sihab, Foto: Antara

Kliknusantara.com | JAKARTA – Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad menyesalkan tindakan Walikota Bogor mengintervensi tim medis yang menangani Habib Rizieq Sihab.

Langkah Walikota, Bima Arya disebutnya sebagai tindakan tak beretika dan melanggar privasi dan hak pasien. Hal itu tertuang dalam siaran pers MER-C yang dikeluarkan Ketua presidumnya, dr. Sarbini.

“Habib Rizieq mempercayakan kepada MER-C untuk melakukan pemeriksaan dan pengawalan kesehatan. MER-C mengirim beliau untuk beristirahat di RS. Namun mendapatkan perlakuan yang kurang beretika dan melanggar hak pasien dari Walikota Bogor dengan melakukan intervensi terhadap tim medis yang sedang bekerja,” sebut Sarbini dalam rilisnya 6ang diterima redaksi media ini.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa apa yang dilakukan Walikota Bogor itu, menganggu pasien yang sedang beristirahat.

“Selain itu Walikota Bogor juga tidak beretika dalam mempublikasi kondisi pasien kepada publik, sehingga menimbulkan kesimpangsiuran dan keresahan bagi masyarakat,” tambahnya.

Masih dalam rilisnya, MER-C mengatakan, masalah kesehatan di era pandemi sering menimbulkan polemik, akibat selalu dikaitkan dengan Covid-19. Sering terjadi perbedaan persepsi antara masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menyikapi covid-19. Stigmatisasi, kurangnya empati dan menghormati hak privasi pasien menimbulkan jurang yang cukup besar diantara masyarakat dan petugas pemerintah.

Oleh karena itu MER-C menilai perlunya kembali kepada profesionalitas, etika dan hukum kedokteran dimana menjunjung tinggi hak-hak pasien.

Dalam keterangannya, MER-C mengatakan, “Walikota Bogor perlu belajar etika kedokteran tentang independensi tenaga medis dalam bekerja dan hak pasien untuk menerima atau menolak atas semua upaya pemeriksaan dan pengobatan yang akan diberikan tanpa ada intervensi atau tekanan pihak manapun”.

“Jangankan dalam situasi normal, di daerah bencana dan peperangan saja wajib kita selaku tenaga medis tetap menjaga profesionalitas dan menghormati hak-hak pasien,” tulisnya.

Menurut Sarbini, seharusnya Walikota Bogor mempercayakan hal ini kepada RS dan Tim Medis yang menangani karena tim medis mengetahui langkah-langkah apa yang perlu dan tidak perlu dilakukan untuk menangani pasien.

Terkait hal itu, MER-C sebagai Tim Medis independen yang diminta keluarga untuk turut menangani kesehatan HRS, menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Menyayangkan sikap Walikota Bogor yang melakukan intervensi dan tekanan kepada RS, Tim Medis dan pasien.
  2. Saat ini semua pemeriksaan yang perlu dilakukan tengah berjalan dan pengobatan akan dijalankan sesuai dengan masalah kesehatan yang ditemukan;
  3. Agar semua pihak tidak membuat kegaduhan, menjaga privasi pasien dan mempercayakan kepada tim medis yang menangani.
  4. Perihal menyampaikan kondisi kesehatan adalah domain keluarga. Bahkan pihak RS/ dokter yang merawat tidak memiliki hak untuk menyampaikan tanpa seijin keluarga.

Jakarta, 28 November 2020
dr. Sarbini Abdul Murad
Ketua Presidium MER-C

(Mahdi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Formasi Lengkap, H2G-Mulyana Kuasai Panggung Debat

Sun Nov 29 , 2020
Kliknusantara.con | PALEMBANG –Penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2020 salah satunya Kabupaten Musirawas Sumatera Selatan telah memasuki tahapan debat publik kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati putaran ke 2. Debat diselenggarakan di The Excelto Hotel Palembang Minggu 29/11/2020 Oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) Musirawas Pukul 16:00 (4 Sore) disiarkan secara LIVE […]