Terkait Covid-19, Mana Prioritas Ekonomi Atau Kesehatan? Begini Kata Sri Mulyani

Kiknusantara.com [JAKARTA] – Manakahbyang perlu didahilukan, aanatara menyelamatkan kesehatqn rakyat atau menyelamatkan ekonomi yang terancam collaps di masa pandemi COVID-19?

Saat kesehatan rakyat di dahulukan, dietrapkan pembatasan sosial atau karantina wilayah, kungkin kesehatan rakyat bisa di selamatkan dari ganasnya serwngan virus Corona. Mereka akan tinggal di rumah, tak ada interaksi sosial sehingga penularan dapat di cegah.

Resikonya, aktif8tas ekonomi akan berhenti. Pabrik dannindustri akan istrahat berproduksi. Demikian juga mata bisnis lainnya terhenti. Perputaran ekonomi juga berhenti. Itu alamat akal ambruknya perekonomian suatu negara.

Sebaliknya, jika aktifitas ekonomi di biarkan berjala, interaksi sosial terus berlanjut. Kerumunan warga dibiarkan, maka resikonpwnularan Covid-19 akan menyebar dan memapar warga cecara meluas. Keselqmatqn rakyat dipertaruhkan.

Merespon hal itu, dalam unggahan di sebuah halaman Facbook, Senin (31/5), Srimulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI, mengatakan keduanya penting dan harus berjalan bersama-sama.

Menteri keuangan yang juga menjabat era Presiden SBY itu, menepis anggapan seolah-olah ada kecenderungan mendahulukan ekonomi ketimbang kesehatqn masyarakat.

“Pandangan yang seolah-olah mendahulukan ekonomi sehingga dilakukan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), adalah tidak benar,” tulisnya dalam unggahan itu.

Menurutnya, sejak bulan Maret 2020, melalui PSBB Pemerintah melakukan langkah untuk memprioritaskan kesehatan dengan terlebih dahulu merealokasikan anggaran untuk sarana dan fasilitas kesehatan bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta masyarakat langsung. Langkah-langkah pencegahan secara masif dilakukan dari tingkat pusat sampai level terkecil di desa-desa.

Masih menurutnya percepatan juga terlihat dari jumlah laboratorium penanganan COVID-19 yang bertambah signifikan mulai dari hanya satu laboratorium di bulan Maret, hingga kini telah berjumlah lebih dari 100 laboratorium untuk rapid test dan Polymerase Chain Reaction (PCR).

Pemerintah bukan tanpa dasar dalam melakukan pelonggaran PSBB. Pemerintah mengikuti standar WHO, yaitu jika angka Rt (Reproduksi Efektif) di bawah 1selama 14 hari, maka dapat dilakukan pelonggaran PSBB.

Berdasarkan zonasi, terdapat sekitar 220 daerah yang masuk zona hijau (daerah yang terkena COVID-19 sangat sedikit, Rt 0, atau tidak ada perkembangan yang mengkhawatirkan) sehingga tidak perlu diatur sebagaimana zona merah.

Dengan mitigasi risiko agar tidak terjadi serangan gelombang kedua maka Pemerintah harus menyiapkan protokol normal baru ( new normal). Langkah-langkah dalam membuat protokol kesehatan disiapkan di tempat industri, mal, serta berbagai sarana publik. Saat ini masing-masing kementerian menyiapkan protokol tersebut. TNI dan Polri juga akan turut terlibat untuk menjamin enforcement dan disiplin pelaksanaan protokol tersebut di ruang publik.

Terkait kondisi fiskal kita saat ini, menurut Sri Mulyani, Pemerintah berupaya agar perekonomian Indonesia tidak turun sangat dalam. APBN digunakan sebagai bantalan bagi masyarakat luas serta dunia usaha, sehingga memiliki daya tahan di tengah pandemi COVID-19. Agar tidak terjadi vicious cycle, Pemerintah mengombinasikan antara pemberian dukungan dari subsidi, pajak, kredit modal kerja, dan pembukaan kegiatan ekonomi secara bertahap. Tentunya dengan tanpa kompromi terhadap protokol kesehatan.

Bantalan sosial yang diberikan menjangkau 55% penduduk Indonesia hingga ke desa-desa, bansos diperpanjang dari semula enam bulan menjadi sampai akhir tahun 2020, subsidi listrik dari semula 3 bulan menjadi 6 bulan, program padat karya juga tetap diluncurkan . Untuk dunia usaha, pemberian subsidi bunga adalah sebesar Rp34 triliun.
Diharapkan langkah-langkah ini dapat membantu mereka agar dapat bangkit lagi dan lebih kuat sehingga kemampuan untuk bertahan juga menjadi lebih besar. Bersama kita berjuang keluar dari pandemi COVID-19 dan membangun lagi ekonomi rumah tangga, usaha kecil dan ekonomi Indonesia.

“Saya mengajak netizen semua untuk jangan pernah berkompromi terhadap urusan kesehatan. Ayo jaga kesehatan kita dan orang-orang yang kita sayangi dengan terus waspada dan melaksanakan protokol kesehatan,” tutupnya dalam unggahan itu….. (Ma’ruf).

35b24349cfd79c2fca67650b87d971df

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ogomatanang Agendakan Pembangunan Drainase Dan Talut Tahun Ini

Mon Jun 1 , 2020
KLIKNUSANTARA.COM [Ogomatanang-Tolitoli] – Prioritas pembanguna di Desa Ogomatanang Kecamatan Lampasio Kabupaten Tilitoli adalah pembangunan drainase dan talut. Drainase untuk Dusun Batuan sedangkan Talut untuk Dusun Salusu Pande dan Dusun Bambuan. Berdasarkan hasil musyawarah desa, pembuatan drainase menjadi kebutuhan mendesak di Dusun Batuan untuk menghindari genagan air di pemukiman warga. Demikian […]