Terkait Banjir dan Jembatan Ogowele, Kepala BPBD Tolitoli: Kadesnya Pernah Menolak Normalisasi

Kliknusantara.com, Tolitoli-Sulteng | Banjir beruntun melanda Desa Ogowele yang merubuhkan jembatan dan akibatkan rumah warga sekitar jembatan diterjang air luapan sungai, terkesan tak digubris pihak berwenang.

Terjangan banjir yang terjadi Rabu (9/9) robohkan jembatan yang runtuhan platnya menutupi badan sungai. Saat banjir susulan terjadi tak lama berselang, Sabtu (12/9), runtuhan jembatan menjadi penghalang aliran air. Luapan air sungai akhirnya menggenangi pemukiman penduduk di kompelks jembatan tersebut.

Hingga beberapa hari kejadian, belum ada gerakan dari pihak Otoritas kebencanaan di kabupaten Tolitoli. Sejumlah warga pun mengeluhkan belum adanya upaya mengatasi jembatan roboh itu. Bukan hanya soal terutisnya jalur, malah lebih pada desskan untuk menghindarkan warga dari sasaran banjir.

Kepala BPBD Tolitoli, Nur Alam, ST., MSi., saat dikonfirmasi via seluler menepis anggapan mengabaikan kejadian banjir dan ambruknya jembatan Ogowele. Menurutnya, persoalaan jembatan itu sejak lama menjadi agenda BPBD. Pasalnya sejak tahun lalu kondisi jembatan sudah miring akibat dihantam banjir.

Saat itu pihak Desa Ogowele melakukan penimbunan bagian jembatan yang digerus air sunga sehingga bisa dilalui kendaraan. Sejauh itu jembatan dapat difungsikan kembali dan dilalui kendaraan warga, termasuk truk.

Meski demikian dalam kajian BPBD Tolitoli, kondisi jembatan tetap perlu dibongkar dan dinormalkan aliran sungainya. Demikian pula jembatannya perlu dibangun yang sifatnya darurat.

“Sebenarnya kejadian banjir Kec. Dondo, Desa Lais, Desa Ogowele dan desa lainnya, khusus Desa Ogowele sudah mau diluruskan dan normalkan sungainta, namun Desa Ogowele yang menolak, setelah pihak rekanan menyelesaikan normalisasi Sungai Lais,” tulis Kaban BPBD melalui pesan WhatsAppnya yang diterima redaksi media ini, Sabtu (12/9/2020) malam.

Menurut Nur Alam, disayangkan penolakan Kades dengan alasan warga menolak upaya pelurusan sungai bersamaan dengan normalisasi sungai di Desa Lais dan Salumbia beberapa bulan silam.

“Ya, jadinya seperti ini. Padahal lalu itu atas perintah dan kebijakan pak Bupati, pihak rekanan yang di tunjuk siap melaksanakan normalisasi di Ogowele. Namun setelah staf BPBD menemui Kades sebagai pemilik kuasa di sana, kades tak mengijinkan alasan warganya menolak,” ungkap Kaban BPBD Tolitoli.

Lebih jauh diuraikan Kaban BPBD, saat ini pihaknya sudah cukup berupaya untuk bisa mengatasi bencana alam di Tolitoli terutama di penghujung tahun yang makin meningkat intensitas hujannya. Namun ketiadaan anggaran tersedia menyulitkan pihaknya bergerak.

Dana yang tersedia tahun Anggaran 2020 menurutnya telah terkuras habis saat bencana kebakaran di Keluarahan Sidoarjo. Dan saat ini dana penanggulangan bencana kosong bahkan beberapa kejadian pemda sudah ngutang dengan rekanan.

“Semua yang dikerjakan pihak rekanan belum dibayar sampai saat ini karena anggarannya tidak ada, hanya kesepakatan bapak Bupati dengan pihak rekanan sehingga kejadian bencana di Tolitoli dapat di tangani,” terang Nur Alam.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Tolitoli, Jemi Yusuf yang dikonfirmasi Redaksi media ini, Sabtu malam (12/9), tidak memberi respon ataupun tanggapan terkait persoalan tersebut…[]

35b24349cfd79c2fca67650b87d971df

2 thoughts on “Terkait Banjir dan Jembatan Ogowele, Kepala BPBD Tolitoli: Kadesnya Pernah Menolak Normalisasi

    1. Artinya, semua pihak di DPRD dan Eksekutif mesti menjadikan hal itu dasar dalam penganggaran berikutnya, apa lagi Tolitoli merupakan daerah paling banyak titik rawan bencana alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Dewan Da'wah (DDII) Touna Salurkan Sedekah Makan Untuk Santri TPA

Sun Sep 13 , 2020
Kliknusantara.com, Tojo Una-una | Berdasaelrkan Al Qur’an sebagai pedoman hidup dasar bagi ummat Islam, sehingga menjadi wajib untuk mempelajarinya sejak usia dini, baik mengenal maharijul hurufnya, cara melafalkannya, sampai pada membaguskan bacaan, dan memahami isinya, sehingga bisa di implementasikan dalam kehidupan secara maksimal. Dalam rangka itu, Pengurus Dewan Da’wah Islamiah […]