Tak Dapat Perhatian Pemda, DPRD Tolitoli Pun Diam, Jembatan Ambruk Lumpuhkan Kegiatan Warga Salumbia

Kliknusantara.com|Salumbia_Tolitoli|Akibat terjangan banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, telah mengakibatkan ambruknya Jembatan yang terletak di Dusun Bolotu Desa Salumbia Kecamatan Dondo. Sejak itu aktivitas warga lumpuh karena akses masuk tidak dapat dilalui kendaraan jenis apapun.

Ironisnya, jembatan dibiarkan terbengkalai tanpa upaya mengatasinya oleh otoritas di Kabupaten Tolitoli. Pemerintah Desa telah berupaya mengatasinya, namun di luar kemampuan mereka. Hanya bisa melakukan penimbunan sementara dan seadanya agar dapat dilintasi oleh masyarakat.

Keterangan yang dihimpun serta pantauan langsung di lokasi, tidak menunjukkan adanya upaya pemerintah di Kabupaten Tolitoli khususnya otoritas kebencanaan untuk mengatasinya sebagaimana mestinya bilanl terjadi peristiwa bencana alam.

Menurut Abd.Rahman (Kades Salumbia) saat menerima awak media dikediamannya pada Rabu (26/8/2020), sejauh ini Pemerintah Desa Salumbia bersama Warga yang berada di Dusun Bolotu secara Bergotongroyong sudah empat kali melakukan penimbunan Jembatan tersebut. Semua ulaya itu agar dapat dilintasi dan dilalui oleh masyarakat serta kendaraan bermotor walaupun hanya bersifat sementara.

“Kami sangatlah khawatir melihat kondisi jembatan saat ini walaupun sudah ditimbun namun apabila banjir kembali terjadi, langsung tanah timbunan akan kembali terbawah oleh air dan akan mengakibatkan Jembatan menjadi susah untuk dilalui.

Kades Salumbia ini nampak tak berdaya melihat keadaan jembatan tersebut. Apa lagi kebutuhan warga semakin mendesak karena Jembatan ini adalah akses utama bagi masyarakat Dusun Bolotu dan sekitarnya.

“Saya selaku Kepala Desa Salumbia dan Pemerintah Desa sudah melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli,” kata Rahman.

Atas laporan itu dikatakan Kades, pihak BPBD sudah turun meninjau langsung situasi dan kondisi Jembatan tersebut. Saat itu BPBD menjanjikan akan membangun Jembatan darurat dari kayu,

Dari pantauan media inu di lapangan, belum ada tindakan apapun di jembatan tersebut. Sekian lama kondisi jembatan itu tampak memprihatinkan.

“Bagi kami, Jembatan kayu pun sudah sangat kami syukuri yang penting dapat dilintasi kendaraan bermuatan berat karena dari dusun inilah banyak hasil perkebunan yang mesti diangkut keluar dan melintasi Jembatan tersebut, seperti Kopra, Kelapa Bundar dan hasil perkebunan lainnya,” kata Kepala Desa Salumbia.

“Kami pemerintah Desa beserta masyarakat sangat berharap kepada pihak BPBD kabupaten Tolitoli agar secepatnya membangun Jembatan Kayu sesuai dengan apa yang dijanjikan karena kami sangat khawatir bila terjadi Banjir susulan,” ungkap Kades Salumbia Abd.Rahman.

Dati keterangan warga di lokasi yang sempat ditemui, sejak bencana itu terjadi, salain pejabat BPBD Tolitoli yang sempat turun menjanjikan jembatan darurat, tak satu pun juga dari pihak DPRD Tolitoli yang datang melihat kondisi jembatan tersebut.

Saat berita ini ditayangkan, belum diperoleh konfirmasi baik dwri BPBD Tolitoli maupun dari pihak legislatif, DPRD Tolitoli…(Abi)

35b24349cfd79c2fca67650b87d971df

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pemdes Ogowele Buga Salurkan BLT DD Tahap Ke-5 Terkait Covid-19

Sat Aug 29 , 2020
Kliknusantara.Com|Ogowele Buga_Tolitoli|Pemerintah Desa Ogowele salurkan bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa. Penyaluran BLT DD dilaksanakan di gedung Balai Desa Ogowele Buga pada Jum’at (28/8/2020). BLT DD itu sudah masuki tahap ke-5 dengan jumlah penerima mamfaat sebanyak 165 KK. Setiap keluarga mendapat bantuan yang sama dengan besaran uang yang diterima warga […]