Tak Ada Solusi Atasi Hama, Sawah Produktif Di Tolitoli Ini Gagal Panen

Tak Ada Solusi Atasi Hama, Sawah Produktif Di Tolitoli Ini Gagal Panen

Kliknusantara.com | Malulu – Sempat tertunda masa penanaman kareana benih tak ada, Petani sawah di desa Malulu kini harus menerima kenyataan pahit lagi akibat gagal panen yang dialaminya.

Kegagalan panen itu di luar hitungan dan perkiraan petani walau tertundanya masa tanam sebelumnya sempat mengundang kekhawatiran. Saat itu petani berharap dapat benih bantuan dari instansi leading sektor pertanian setempat. Namun nyatanya tak kunjung tiba.

Jik seperti biasanya, mestinya mereka bisa kembali mendapatkan hasil maksimal pada musim panen kali ini. Hasil melimpah yang berjubel di lapangan, kini tampak sepi dan melompong.

Gagal panen itu dirasakan sangat berat bagi sebagian besar petani. Jangankan untuk kebutuhan makan jelang masa tanam berikutnya, sima atau bagian pemilik sawah garapan sesuai perjanjian saja tak terpenuhi.

“Lagi apes, bahagian sima sawah saja tidak terpenuhi,” keluh Rustam, salah seorang petani penggarap di Desa Malulu.

Lapangan Malulu yang biasanya dipenuhi padi hasil panen petani, kali ini kosong melompong

Gagal panen kali ini akibat tak adanya solusi mengatasi serangan hama penggerek batang dan penyakit yang menyerang tanaman padi milik Petani Malulu.

Menurut sejumlah petani, kepada Tim Liputan Desa Membangun, pada Senin (12/10/2020) di Desa Malulu, kali ini termasuk mengecewakan.

“Panen kali ini dapat dikatakan gagal panen karena hasil tidak terlalu memuaskan panen sebelumnya satu orang petani bisa dapat sampai 40 karung gabah, namun panen kali ini kurang dari 20 karung gabah,” kata Muslimin.

“Dengan hasil 20 karung gabah itu meleset dari target kami, yang lebih parahnya lagi ada teman petani panen sebelumnya dapet 20 karung gabah kali ini tinggal 6 karung gabah.” timpal Parman yang menambahkan ungkapan Muslimin.

*Ini bisa dibilang lebih besar pengeluaran daripada pemasukan, sampai saat ini panen belum selesai sekitar 10 Ha yang belum di panen masih hijau karena pertumbuhannya lambat akibat serangan hama dan penyakit,” tambah Muslimin

Lebih lanjut kata Muslimin, musim tanam kali ini serangan hama dan penyakit betul-betul komplit.

“Engka manen nni pakkaanre-kanrewe (sudah ada semu para pemangsa-red),” ungkapnya dalam bahasa hugis setempat.

Dari penuturan mereka, diketahui, sampai ada yang menanam 2 kali termasuk mereka.

“Saya karena tanaman yang pertama habis di makan ulat secara otomatis dibajak ulang lalu di tanami kembali,” ungkapnya.

Meski gagal panen, para petani mengaku tak surut semangat. Justru kegagalan itu membuat mereka tambah semangat dan termotivasi untuk turun kembali ke sawah dalam waktu dekat.

Mereka hanya berharap semoga musim tanam berikutnya hasilnya lebih memuaskan dan di jauhkan dari organisme pengganggu tanaman dan penyakit……. (Abi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Bukan Hanya Malulu, Petani Sawah Desa Betengon Pun Terhempas Serangan Hama

Wed Oct 14 , 2020
Kliknusantara.com | Menyusul Desa Malulu, padi sawah Desa Betengon juga dapat serangan hama dan penyakit. Akibatnya petani sawah Desa Betengon gagal produksi padi. Hasil panen di desa yang berbatasan langsung dengan Desa Malulu ini turun drastis. Petani pun mengalami kerugian yang tidak sedikit. Menurut Andi Safar, petani sawah Desa Betengon, […]