Soal Penolakan Warga Teluk Jaya Dalam Rapat RKPDes, Begini Klarifikasi Camat Tolitoli Utara

Kliknusantara.com | TELUK JAYA – Rapat Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (RKPDes) di Desa Teluk Jaya terhenti dan bubar setelah sejumlah tokoh masyarakat yang diikuti warga lainnya keluar meninggalkan ruang rqpat Jum’at kemarin (25/9).

Warga meninggalkan rapat tersebut setelah perdebatan panas anatara masyarakat dengan Camat Tolitoli Utara. Mereka ngotot menolak rapat pembahasan RKPDes karena sejak awal mereka menolak Ismail Djafar sebagai Pj. Kades Teluk Djaya yang tidak lain adalah Camat Tolitoli Utara.

Penolakan tokoh masyarakat dan warga tersebut beredar dalam vidio berdurasi 5 Menit. Dalam vidio yang diterima redaksi media ini, nampak Rapat RKPDes itu bubar dan tak ada keputusan atas agenda penyusunan anggaran 2021 itu.

Ismail Djafar selaku Camat Tolitoli Utara, saat dikonfirmasi Sabtu pagi (26/9/2020) membenarkan adanya kejadian penolakan atas dirinya di forum Desa Teluk Jaya tersebut.

“Iya, saya juga heran, padahal saya hadir ditempat itu kapasitas saya selaku Camat Tolitoli Utara atas tugas negara menyelesaikan rencana kegiatan untuk tahun 2021,” sesal Ismail Djafar.

Dikataknnya bahwa kehadiran dirinya dalam acara tersebut adalah untuk memastikan agenda pembangunan di Teluk Jaya untuk tahun 2021 sama kehadirannya di desa lainnya di wilayah Kecamatan Tolitoli Utara.

“Tidak tahu kok tiba-tiba yang dipersoalkan adalah posisi saya selaku Pjs Kepala Desa Teluk Jaya. Mereka soal bahwa sudah 6 Bulan dan sudah harus berakhir. Padahal waktunya 6 bulan sampai 1 tahun.” terangnya.

Ismail mengatakan, pihaknya hanya menjalankan perintah Bupati selaku atasan. Karena Bupati yang memberikan SK Pjs itu. Ia pun berdalih bahwa selain sebagai Pejabat Kades, kehadirannya sama dengan di desa lainnya selaku Camat menjalankan agenda negara.

Menyinggung kelanjutan rapat RKPDes di Teluk Jaya tersebut, Ismail mengatakan memang rapatnya tidak lagi dilanjutkan. Sebab menurutnya agenda rapat hanya sebatas melakukan perenungan karena sudah ada usulan dari masing-masing dusun.

“Tidak berlanjut, setelah mereka keluara, rapat terpotong dengan waktu Sholat Jum’at. Jadi langsung bubar semua. Lagi pula kan tinggal perengkingan saja, Usulan dari dusun sudah masuk semua,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan media ini terkait penolakan warga tersebut, Ismail mengatakan hal itu masih terkait penolakan yang terjadi pada 6 bulan lalu. Itu pun menurutnya hanya 1 dusun yang menolak karena keinginan mereka mendorong anggaran pengemban pariwisata.

Informasi yang dihimpun media ini, sekitar 6 Bulan lalu, Ismail Djafar dilantik menjadi Camat Tolitoli Utara dan tak lama kemudian ia menggantikan Pj Kades Teluk jaya sebelumnya di jabat Kasmir, SH.

Saat itu penggantian Kasmir sangat tiba-tiba dan minim penjelasan. Warga pun menolak penggantian itu. Apalagi saat itu Kasmir tengah merampungkan pembangunan fasilitas pariwisata yang merupakan mata anggaran yang dialokasikan dalam RKPDes sebelumnya.

Kasmir sendiri adalah salah seorang Kaur di Kantor Kecamatan Tolitoli Utara, dimana Ismail Djafar, S.Sos adalah pimpinannya. Ia diangkat sebagai Pjs Kades dimasa Camat sebelum Ismail Djafar…… []

VIDEO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Kadisbunak Tolitoli Sambut Baik Inisiatif Pabrik Pemecah Kulit Kopi Di Desa Ogomatanang

Sat Sep 26 , 2020
Kliknusantara.com | Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Kadisnunak) Kabupaten Tolitoli, Moh. Nasir Dg. Marumu, SPt., SIP., MSi., menanggapi positif upaya masyarakat membangun infrastruktur perkebunan untuk kepentingan peningkatan produksi dan kemudahan pengolahan hasil perkebunan. Nasir Dg. Marumu menyampaikan hal itu menanggapi pemberitaan media ini terkait rencana pembangunan pabrik pemecah kulit kopi […]