Soal Anggaran Darurat Banjir Ogowele, Pimpinan DPRD, Jemi Yusuf: Gunakan Dana Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Dalam Konteks Luas

Kliknusantara.com, Tolitoli-Sulteng| Pimpinan DPRD Tolitoli, Jemi Yusuf, SP., MSi., tak dapat menerima alasan Kepala BPBD Tolitoli, terkait tidak bergeraknya otoritas kebencanaan itu dalam mengatasi situasi darurat di Desa Ogowele yang terendam pemukimannya akibat tumpukan material jembatan yang ambruk di badan Sungai Ogowele.

Wakili Ketua DPRD Tolitoli dari Fraksi Golkar itu menyayangkan sikap kepala BPBD tidak dapat bergerak karena tak memiliki pos anggaran penanggulangan bencana alam. Pasalnya BPBD sebagai pemegang tupoksi penanggulangan bencana alam memiliki otoritas anggaran yang tersedia jika bencana Ogowele itu dilihat dalam konteks penanganan Covid-19.

“Semestinya bencana di Ogowele itu dipandang dalam sisi kebencanaan yang menjadi tugas pokok BPBD. Mestinya mereka memandang penanganan dalam konteks Covid-19.” tandas Jemi Yusuf kepada media ini menanggapi pemberitaan medianl ini terkait penanganan banjir di desa Ogowele.

“Sekarang tidak diminta-minta, ada kasus Covid-19 i desa Ogowele atau desa di atasnya yang mengharuskan melalui jalur tersebut. Lantas disitulah titik masuknya menggunakan anggaran gugus tugas yang jumlahnya 16 M lebih itu untuk mengatasi kedaruratan tersebut,” terang pegiat mancing ikan kakap ini melalui sambungan seluler, Ahad Siang (13/9/2020).

Katika ditanya apakah penjelasannya itu sekedar usulan atau pendapat personalnya, mengingat arahnya pada penggunaan dana penanganan Covid-19 dari Daerah untuk gugus tugas sebesar 16,5 M.

Jemi menegaskan bahwa itu sikapnya selaku pimpinan DPRD Tolitoli yang menilai sikap kepala BPBD Tolitoli berlebihan jika mengaku tak memiliki anggaran.

“Ini sikap saya selaku Pimpinan DPRD yang melihat langkah itu harus diambil BPBD Tolitoli mengatasi keadaan. Dasarnya jelas dalam PERPPU Nomor 2 yang sudah di Undangkan. Itu jelas kok penegasannya dalam konteks penanganan Covid-19 seperti saya katakan tadi,” beber Jemi.

Tokoh legislatif Tolitoli yang banyak mengungkap persoalan di tengah masyarakat yang diungkap ke ruang publik itu mendorong kepala BPBD umtuk lebih proaktif dan memandang persoalan yang dihadapi instansinya secara lebih luas .

Sebelumnya, Kepala BPBD Tolitoli, Nur Alam, ST,. MSi, kepada media ini mengaku bahwa saat ini pihaknya tak memiliki lagi pos anggaran penanggulangan bencana alam karena sudah tersedot seluruhnya dal bencana kebakaran di kelurahan Sidoarjo pada awal tahun ini.

Bahkan menurut Nur Alam, masih ada tunggakan kepada pihak rekanan yang belum terselesaikan hingga saat ini. Ia pun mengatakan saat ini kembali kepada Bupati Tolitoli, H. Moh. Saleh Bantilan untuk mengambil kebijakan dan pihaknya siap penerima perintah Bupati.

Sementara itu, secara terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tolitoli, Ir. Fajar Sukosyuhada, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya siap membantu BPBD secara teknis untuk terlaksananya penanggulangan maupun mitigasi bencananya.

“Terkait penanganan Jembatan Ogowele, kami usulkan untuk dapatnya ditangani di TA 2021. Semoga bisa tersedia alokasi dana APBD untuk itu, mengingat minimnya pagu belanja modal di TA 2021,” ujar Kadis PUPR Tolitoli dalam pesan WhatsAppnya yang diterima redaksi Ahad sore….[]

35b24349cfd79c2fca67650b87d971df

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Dr Jumhur Hidayat (Mantan Pimpinan BNP2TKI) : Nutrisi KAMI Diteror Rezem Kalap

Sun Sep 13 , 2020
Kliknusantara.com, Bekasi-Iabar | KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) yang dipimpin Prof Dr H Dien Syamsudin, peduli dengan Pemilu Jurdil bertujuan antara lain agar RI lepas dari penjajahan impor pejabat RRC, namun makin dihambat sosialisasi KAMI makin marak. Kepanikan Firaun menghadapi gerakan Demokrasi dan HAM KAMI yang didominasi ibu, sehingga Firaun […]