Satpol PP Tolitoli Gelar Operasi PPKM, Enam Pelaku Usaha Dikenai Denda

Kepala Satpol PP Tolitoli, Samsuh M. Saleh.

Kliknusantara.com | TOLITOLI – Satuan Polisi Pamong Praja Satpol PP Kabupaten Tolitoli menggelar penertiban terhadap pelaku usaha yang melanggar batas aktivitas ekonomi di wilayah Kabupaten Tolitoli, Senin (18/1/2021).

Kepala Satpol PP Tolitoli, Samsuh M. Saleh, kegiatan penertiban terhadap pelanggar batas waktu yang dilaksanakan ini sesuai instruksi Bupati Tolitoli mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM pada 17 Januari hingga 31 Januari 2021 mendatang.

Dimana salah satu instruksi Bupati Tolitoli adalah pembatasan aktivitas masyarakat maupun ekonomi di wilayah Kabupaten Tolitoli yang semula pukul 21.00 WITA ada perubahan dan memberikan batasan waktu hingga 20.00 WITA sampai akhir bulan Januari 2021.

Dikatakan, hal ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat dikarenakan saat ini jumlah warga yang terpapar virus Corona sudah mencapai angka ratusan orang.

Hasil operasi itu, menjaring sejumlah pengusaha yang membandel dan tak mengindahkan ketentuan pembatasan waktu jam buka tersebut. Sebanyak 6 pelaku usaha dikenakan sanksi denda senilai Rp 200 ribu,

Dalam kegiatan penertiban, terangnya, 6 pelaku usaha yang dapat mengundang kerumunan dan melawati batas aktivitas jam malam yang dikenakan sanksi denda dengan total denda sebanyak Rp 200 ribu dengan berbagai pelanggaran selain melewati batas aktivitas, ada juga ditemukan tidak menggunakan masker.

Situasi Giat Operasi Satpol PP Tolitoli dalam penegakan aturan PPKM terkait pemberlakuan batas jam buka di salah satu usaha kuliner

Diketahui, pemerintah daerah Tolitoli pada akhir bulan Januari 2021, menargetkan Kabupaten Tolitoli harus mencapai zona hijau, sehingga diharapkan kepada masyarakat untuk mentaati instruksi yang telah dikeluarkan pemerintah untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Samsuh M Saleh menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Tolitoli,/ khususnya para pelaku usaha untuk menghentikan aktivitas ekonomi yang sudah ditentukan oleh pemerintah yakni pukul 20.00 WITA, agar bersama-sama dapat menekan angka penyebaran Covid-19 dan kegiatan operasi penertiban akan terus dilakukan setiap malamnya untuk menindak pelanggar yang tak mengikuti instruksi Bupati Tolitoli, demi keselamatan kita bersama.

Selain itu, para anggotanya juga telah diwanti-wanti untuk terus memberikan contoh yang baik pada semua kalangan. “Jangan sampai melanggar sendiri, jangan sampai ini terjadi,” tegas dia…… (AN34).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Keras Tolak Vaksin Cina, 'Dihukum' Urus Minyak, Anggota DPR dr. Ribka: Cuma Lucu Aja

Tue Jan 19 , 2021
Kliknusantara.com | JAKARTA – Diguga karena keras menolak vaksin Covid-19, Anggota DPR Ribka Tjiptaning terlempar dari Komisi IX DPR RI. Ia kini nongkrong di Komisi VII, setelah Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) melakukan rotasi sejumlah kadernya di DPR.   Meski merasa lucu, Ribka menilai, rotasi yang dilakukan PDIP sebagai bentuk hal […]