Ratusan Hektar Sawah Di Tolitoli Digarap 1 Unit Handtractor Bantuan Dinas, Begini Hasilnya

Petani Sawah Betengon andalkan pacul garap sawah

Kliknusantara.com | DONDO – Sekian banyak program bantuan pertanian dan skema pembiayaan yang digelontorkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian tak serta-merta dinikmati petani di Tolitoli.

Setidaknya, itulah yang dirasakan Haspir dan Andi Safar, petani sawah di Desa Betengon. Keduanya menuturkan kondisinya yang selalu menuai gagal panen saat berbincang dengan awak Liputan Desa Membangu Kliknusantara.com pada Rabu (17/2/2021).

Ditemui di pinggiran pematang sawah miliknya, kedua petani itu lagi asyik mengayunkan paculnya membajak sawah untuk mengejar masa tanam yang semakin kasif.

Andi Safar menuturkan, dirinya dan banyak petani lainnya selalu memperoleh hasil panen yang jauh dari harapan. Menurutnya, faktor utama adalah sulitnya penanaman serempak.

Haspir dan Andi Safar kompak menjawab bahwa gagal panen terjadi karena petani sawah Desa Betengon selalu mengalami penanaman yang tidak bersamaan.

Tak seragamnya petani menanam kata mereka, tak lain karena minimnya mesin handtracktor yang ada di Betengon . Hanya ada satu unit bantuan Dinas TPH Kabupaten Tolitoli yang tersedia untuk menggarap lebih dari 100 Ha sawah.

“Kendalanya kita (mereka) petani sawah Betengon selalu tidak serempak menanam karena kurangnya dompeng yang beroperasi. Sedangkan sawah yang mau di garap luas sekali pak. Satu dompeng paling mampu menggarap 5 Ha lahan sawah,” keluh petani Betengon ini.

Memang ada Tiga unit lainnya, tapi itu milik pribadi warga. Di samping biaya sewa tak tersedia, kemampuan olah juga terbatas, hanya mampu 5 Ha per unit satu musim tanam.

“Tidak sebanding dengan 4 unit handtracktor yang beroperasi di lahan. Untuk keseragaman penanaman padi sangat sulit diwujudkan. Tanaman padi sangat rentan mengalami serangan hama dan penyakit,” cetusnya.

Mengkonfirmasi kondisi petani sawah Betengon itu, di tempat yang terpisah Edy Sudding, selaku Sekdes Betengon membenarkannnya.

Menyikapi hal tersebut, Sudding mengaku, Kepala Desa Betengon, Naharuddin telah menginisiasi untuk mengupayakan adanya Handtractor yang rasionya sesuai luasan sawah di Betengon agar petani bisa menuai hasil padi yanga melimpah.

“Kami dari Pemerintah Desa mengusulkan melalui Musrenbang baru-baru ini. Itu jadi prioritas utama untuk pengadaan handtractor 5 unit buat lima kelompok tani sawah,” ungkap Edy.

Sekdes menyebutkan jumlah keseluruhan kelompok di Betengon, 9 Kelompok Tani sawah. Pihaknya mencoba upaya lain yang mengajukan permintaan melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura untuk kesekian kalinya…… (Aby).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Satpol PP Tolitoli Turut Amankan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Bupati Terpilih

Fri Feb 19 , 2021
Kliknusantara.com | TOLITOLI – Satuan Polisi Pamong Praja turut ambil bagian dalam pengamanan ahenda Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tolitoli, pada Jum’at (19/02/2020). Pengamanan itu terkait gelaran Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Terpilih, dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tolitoli Tahun 2020. Selain pengamanan, Satpol PP juga melakukan pengawasan […]