Polres Tolitoli Rilis 3 Kasus Tindak Pidana Umum Dalam 1 Pekan

TOLITOLI – Sulteng, Konferensi pers dipimpin lansung oleh Wakapolres Tolitoli Kompol.F. Tarigan,SH. untuk pengukapan 3 kasus tindak pidana umum (Pidum) dalam 1 pekan terjadi di wilayah hukum polres Tolitoli yang dilaksanakan di aula polres, dimana 3 kasus tersebut adalah kasus pencurian.

Wakapolres Tolitoli Kompol F. Tarigan didampingi Kasat Reskrim Iptu. Rijal, Kasubag Humas AKP. Rizal Bandi serta Kapolsek Dondo Iptu. Mansur menjelaskan, ketiga kasus kriminal yang berhasil diungkap pertama kasus pencurian Handpone yang TKP nya di Desa Laulalang, Kecamatan Tolitoli Utara dan telah menetapkan MR sebagai tersangka (Tsk).

“Dari tersangka MR, Tsk inisial MR serta mengamankan barang bukti satu unit HP merek Vivo Y 50,” sebut Waka Polres dalam konfrensi Pers, di Press Room Mapolres Tolitoli, Kamis 25 Maret 2021.

Kasus pencurian handphone lainnya terjadi di Desa Buntuna yang terjadi pada 21 Maret 2021. Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan JR sebagai Tsk, dengan barang bukti dua unit HP Realme 3 dan Xiaomi Redmi 5A. Dari Tsk JR juga diamankan satu unit sepeda motor merk honda Revo yang digunakannya saat melakukan aksi pencuriannya.

“Kasus pencurian HP di Desa Buntana ini terungkap, setelah korban yang melaporkan kehilangan HP yang disimpan di di Dasboard mobil sedang mengambil kelapa muda,” terang Waka Polres.

“Setelah mendapat laporan tersebut, aparat langsung melakukan pelacakan menggunakan alat deteksi. Hasilnya, HP tersebut diketahui keberadaannya di Desa Ginunggung. Aparat langsung menuju ke rumah Tsk JR dan mendapatkan dua unit HP di bagasi motor milik Tsk JR,” sambungnya.

Sementara untuk kasus pencurian sarang burung walet yang berhasil diungkap jajaran Polsek Dondo, telah ditetapkan lima orang sebagai tersangka dan satu orang berstatus buron alian masuk Daftar Pencarian orang (DPO).

Kanit Reskrim Polsek Dondo AIPDA. Hendri Wiliam. SH, mengatakan, ke lima Tsk yang berhasil diamankan yakni RD, BR, NP, HG, dan AM. Sementara inisial PD masih dalam pengejaran Polisi dan sudah di tetapkan sebagai DPO.

Kronologis Tsk melakukan aksi pencuriannya di dua TKP di Desa Bambapun, Kecamatan Dondo dengan memanjat gedung sarang burung walet melalui pintu atau lubang masuk burung walet dan mengambil sarang walet di sirip tempat walet bersarang.

Setelah berhasil melakukan aksinya, Tsk kemudian menjual sarang walet di Pante Timur.

“Dari pengakuan korban Junimar kerugian yang dialami sekitar 1 kilo gram jika di rupiahkan sebanyak Rp17 juta. Sedangkan korban Tono diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp16 juta,” kata Kanit reskrim.

Kanit Reskrim menambahkan, Tsk sudah sering melakukan aksi pencurian dan dari hasil pemeriksaan semua Tsk, hasil penjualan sarang walet digunakan untuk dibelikan Narkoba jenis sabu-sabu.

“Pencurian ini sudah sering dilakukan Tsk dan hasilnya dipakai untuk membeli Narkoba yang dikonsumsi oleh pelaku,” pungkasnya.

Kliknusantara.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pandawakarta Apreiasi Kemenkop UMKM Gandeng Grab Digitalisasi Warteg

Thu Mar 25 , 2021
Jakarta, [Kliknusantara.com] Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) belakangan ini gencar dengan program digitalisasi sektor Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM). Bentuk keseriusan Kemenkop UMKM ini dilaksanakan dengan melakukan penandatanganan kerjasama antara Kemenkop UMKM dengan Grab yang diadakan pada Kamis (25/3/2021) di kantor Kemenkop UMKM Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta […]