Hari Bhayangkara

Pimpinan Ponpes Sirojul Maruf Bantah Tudingan Yang Viral Di Medsos

$rows[judul] Keterangan Gambar : Pimpinan Ponpes Sirojul Ma


TOLITOLI, Kliknusantara.com | Pimpinan Pondok Pesantren Sirojul Ma'ruf Kabupaten Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah Kiyai Abdul Mujib Purwanto membantah atas tudingan salah satu akun pengungggah di media sosial yang menyebutkan pihaknya menerapkan sistem hukuman dengan kekerasan serta memberi makanan basi kepada ratusan santri di pesantrennya.

Kiyai Abdul Mujib mengatakan, atas tudingan salah satu pengunggah inisial (AA) yang viral melalui Facebook baru-baru ini dinilai tendensius dan tidak benar, pasalnya sistem hukuman degan kekerasan serta pemberian makanan basi tidak pernah dilakukan oleh pihak pondok.

"Jadi ini tidak benar, pihak pondok kami tidak pernah memberikan hukuma dengan kekerasan fisik saya sendiri melarang keras hal itu, dan boleh ditanya kepada para santri kami disana ada 100 lebih juga tidak pernah memakan makanan basi seperti yang dituduhkan kepada kami"kata Kiyai kepada sejumlah wartawan, senin (27-11-2023).

Abdul Mujib menuturkan, permasalahan diawali dengan adanya isu dugaan penganiayaan yang diviralkan melalui siaran langsung oleh pengunggah (AA).

"Saudari AA adalah tante dari HM yang katanya adalah santri, padahal HM adalah mantan santri 3 tahun yang lalu yang faktanya HM lebih dulu yang membuat keributan di Ponpes kami dengan menantang sejumlah ustad kami sebelum insiden itu terjadi"tuturnya.

Ia menjelaskan kronologis sebelum  insiden tersebut diawali sekira bulan september HM sempat cekcok dengan beberapa ustad di Pondok, dimana HM disebutkan datang dengan marah-marah bersama sejumlah keluarganya, kemudian HM diduga sengaja melakukan pelemparan degan batu ke arah salah satu bangunan ponpes.

Dari kejadian tersebut sehingga dianggap memancing emosi ustad sehingga insiden tidak dapat dihindari, meski demikan HM juga sebelumnya diduga telah sempat memukul sejumlah ustad dan santri.

"Ini tidak juga disebut penganiayaan tetapi lebih tepatnya perkelahian dan siapapun tidak dibenarkan merusak fasilitas pondok, HM saat itu melempar batu ke arah kamar ustad dan harusnya pihak keluarga baik saudara HM, ibu serta tantenya mampu melarang HM untuk berbuat demikian, tapi yang terjadi justru dibiarkan, ini terjadi bulan september 3 kali HM marah-marah tidak jelas ke Pondok hingga ahirnya insiden itu terjadi, dan soal insiden tersebut kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib" ungkap Abdul Mujib.

Kendati begitu, berbagai upaya mediasi antara pihak HM dan Ponpes Sirojul Ma'ruh telah ditempuh namun gagal sehingga pihak Ponpes juga melakukan upaya hukum agar masalah tersebut tidak berlarut-larut.

"Nama baik Pondok harus dijaga san ditegakkan dari fitnah, saya pribadi disudutkan oleh pengunggah life facebook (AA) tante dari HM dan difitnah katanya memberikan makanan basi dan menerapkan hukuman kekerasan ini tidak betul"tegas Kiyai

Atas kejadian tersebut, pihak Ponpes Sirojul Ma'ruf mempersilahkan bagi masyarakat khususnya di Tolitoli untuk membuktikan sendiri dengan berkunjung langsung ke pondoknya yang berada di kompleks Nopi Dapalak, Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan Tolitoli.

"Bagi masyarakat yang ingin membuktikan langsung bagaimana keadaan di Ponpes kami silahkan, saya anjurkan untuk tanya langsung ke para santri kami, jangan tanya saya atau ustad yang mengajar di Ponpes jangan nanti dikira kami mengarahkan agar semuanya menjadi jelas"ujar Kiyai.

Kuasa hukum Moh.Sabran, Agus Bakri dan Anwar Taris mengatakan saat ini pihaknya telah mendampingi Kiyai Abdul Mujib Purwanto ke penyidik Polres Tolitoli untuk mempolisikan (AA) dengan tuduhan pelanggaran UU ITE tentang pencemaran nama baik.

"Kami bersama teman-teman kuasa hukum lainnya telah mendampingi Pak Kiyai dalam hal ini pihak Ponpes dan Alhamdulillah laporan kami telah diterima oleh penyidik terkait UU ITE pencemaran nama baik" ungkap kuasa hukum. (AR)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)