Pengamat Intelijen: Pengganti Kapolri Mengerucut Kepada Dua Nama

Kliknusantara.com | JAKARTA – Pada penghujung Bulan Desember tahun ini, perbincangan pengganti Kapolri terus menghangat. Kendati demikian, belum ada kepastian nama calon pengganti Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis yang di ajukan ke DPR RI oleh Presiden untuk mendapatkan persetujuan.

Sejauh ini, nama-nama yang diperbincangkan belum bergeser dari para Jenderal Bintang Tiga yang selama ini disebut-sebut. Mereka adalah:

Komjen Listyo Sigit Prabowo, menjabat sebagai Kabareskrim, alumni Akpol 1991, dengan masa dinas hingga 2027.

Komjen Rycko Amelza Dahniel yang menjabat sebagai Kabaintelkam, peraih Adhi Makayasa Akpol 1988 ini masa dinas hingga 2024.

Komjen Agus Andrianto, saat ini menjabat sebagai Kabaharkam, alumni Akpol 1989, dengan masa dinas hingga 2025.

Komjen Gatot Eddy Pramono, yang menjabat sebagai Wakapolri, alumni Akpol 1988, dengan masa dinas aktif hingga 2023.

Komjen Agung Budi Maryoto, saat ini menjabat sebagai Irwasum Polri, alumni Akpol 1988, dengan masa dinas aktif hingga 2023.

Komjen Boy Rafli Amar, yang sekarang menjabat sebagai Kepala BNPT.

Pengamat Intelijen dan Keamanan UI, Stansilaus Riyanta kepada media ini saat dimintai pandangannya mengatakan dari calon-calon suksesor Kapolri itu, Komjen Boy Rafli Amar cukup populer di kalangan masyarakat. Alumni Akpol 1988 ini masa dinas aktif hingga 2023

Meski demikian, Stanlis menyebutkan dari nama-nama yang beredar itu, calon Kapolri mulai mengerucut pada Dua nama.

“Ada dua nama yang mengerucut yaitu Komjen Gatot Edy Pramono (Wakapolri) dan Komjen Agus Andrianto (Kabaharkam),” katanya saat dihubungi Rabu (30/12/2020) siang.

“Tapi yang diajukan oleh Presiden masih belum muncul siapa calon terkuat,” imbuhnya……… (Mrf).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Judul Berita Terlalu di Dramatisir dan diluar Fakta,Roman Nasaru Merasa di Rugikan

Thu Dec 31 , 2020
Judul Berita dari Beberapa Media Online Lokal di Gorontalo dianggap Terlalu di Dramatisir dan sangat Berlebihan Serta keluar dari Konteks Fakta dari Sebuah Penulisan Jurnalistik atas Pemberitaan Terhadap Roman Nasaru dan Beberapa Anggota DPRD Kabgor Lain nya yang Mendatangi Polda Gorontalo pada 30/12/2020 untuk Memberikan Keterangan Terkait Dugaan tanpa Bukti […]