Pemerhati dan Praktisi UMKM Nilai Usulan Kemenkop Rp 2.4 Jt Stimulan Selamatkan Pengusaha Warteg Tak Masuk Akal

Azwar Muhammad, Pemerhati dan Praktisi UMKM

Kliknusantara.com | JAKARTA – Pemerhati dan praktisi Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Azwar Muhammad, nilai tawaran Kementerian Koperasi dan UMKM berupa stimulan dana sebesar Rp. 2,4 Juta setiap Warteg (Warung Tegal) untuk menyelamatkannya dari dampak pandemi Covid-19, adalah sesuatu yang tidak masuk akal.

Penilaian itu disampaikan Azwar menanggapi hasil pertemuan Kementerian Koperasi dan UMKM dengan Paguyuban Pengusaha Warteg Jabodetabek (Pandawakarta), pada Senin karin (25/1). Dalam pertemuan itu, pihak Pandawakarta menolak tawaran solusi itu.

Alasan penolakan Pandawakarta, ancaman gulung tikar bagi Puluhan Ribu Warung khas Tegal yang beroperasi di Jakarta maupun Jabodetabek sangatlah nyata. Kebijakan negara maupun Pemprov DKI berupa pembatasan jam operasi nerdpak anjloknya omset hingga 80%.

Azwar membenarkan sikap Ketua Pandawakarta, Puji Hartoyo tersebut. Menurut Azwar, tawaran stimulan Rp. 2,4 Juta itu tak masuk akal. Puluhan ribu warteg yang terancam gulung tikar itu karena sudah setahun mereka tak dapat beroperasi maksimal sementara sewa tempat usaha jalanan terus.

“Bayangkan aja sewa tempa usah pertahun 35 sd. 50 juta per tahun, lantas diberi stimulan 2,4 juta rupiah,” tandas Azwar mempertanyakan kebijakan Kemenkop itu.

“Nggak pas hanya tawaran 2,4 juta,” lanjutnya.

Azwar pun menyarankan agar Kemenkop masuk pada skema lainnya yang lebih pas dan sesuai.

“Harusnya masuk skema program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) dan mengkoordinir berbagai stakeholder untuk terlibat dalam kebijakan itu. Konkritnya, Kemenkop mengkoordinir lembaga seperti Baznas, BUMN atau pihak lain untuk belanja langsung ke warteg,” usulnya.

Selanjutnya kata Azwar, pihak warteg mendistribusikan makanan yang telah dibayarkan kemenkop itu untuk membantu masyarakat lainnya yang terdampak. Ia mencontohkan para driver Ojol, Joki Ojek, para pemulung dan masyarakat lainnya yang terdampak.

Dikatakan praktisi UMKM yang dikenal kritis terhadap kebijakan Kemenkop UMKM ini, dalam hitungannya, dibutuhkan setiap warteg minimal belanja langsung sekitar 50 porsi tiap hari.

Jumlah itu memungkinkan Warteg bisa survive dan terhindar dari kebangkrutan. Pada saat yang sama kebijakan itu berefek luas dalam mengatasi dampak Covid-19 secara luas dan tepat sasaran.

Menurut Azwar, langkah usulannya itu sangatlah mudah bagi kemenkop UMKM. Apalagi itu sangat sesuai dengan kebijakan presiden. Ditambahkannya, skema PEN mestinya jadi kebijakan yang efektif dalam mencegah kolapsnya warung rakyat itu.

“Yah, kalau menggunakan skema PEN, jauh lebih efektif dalam mengatasi persoalan yang dihadapi Warteg seperti yang disampaikan Pandawakarta itu. Kalau tidak bisa menerjemahkan itu, ya, baiknya mereka termasuk menterinya, mundur aja dari situ,” tandas Azwar yang juga pentolan Tim Akar Rumput, pemenangan Jokowi-Mar’uf Amin………… (Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Korem ASN dan Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia Berangkatkan Bantuan ke Kalimantan Selatan

Tue Jan 26 , 2021
Kliknusantara.com | SAMARINDA – Korem 091/Aji Surya Natakusuma (ASN) bekerjasama Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia menghimpun dan memberikan bantuan berbagai jenis barang kebutuhan bagi para warga yang menjadi korban berada di pengungsian. Bantuan tersebut bentuk kepedulian sekaligus untuk meringankan beban bagi para korban bencana banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel), di […]