Morowali Utara Bangkit dan Maju Bersama Asrar Abdul Samad

Kliknusantara.Com [Morut-Sulteng] РKabupaten Morowali Utara (North Morowali Regency) adalah Daerah Otonomi Baru yang memekarkan diri dari kabupaten induknya, Morowali. Pengesahan Morut menjadi DOB diketuk oleh DPR RI pada tanggal 12 April 2013.

Mekar menjadi Kabupaten mandiri tentu memiliki ekspektasinya sendiri yang tidak lain adalah ingin lebih maju dan sejahtera, sejajar dengan daerah lainnya di Indonesia.

Sejumlah potensi ekonomi Morowali Utara yang berdaya saing dan menjadi andalan. Hal itu sekaligus taruhan dalam sikap warganya mengambil langkah ‘merdeka’ dari pemerintahan Morowali.

Potensi itu antara lain tambang, perikanan kelautan, perkebunan dan kehutanan. Disamping itu, keindahan alammya yang elok nan eksotis, menjadi daya tarik wisata untuk mendatangkan modal pembangunan.

Semua itu menjadi potensi andalan Kabupaten termuda di Sulawesi Tengah itu memiliki daya tarik dan menjadi amunisi utama untuk bergerak maju. Meski demikian, sebagai daerah yang baru Morut tentunya memiliki tantangan yang tidak kecil.

Dibutuhkan birokrasi yang kuat untuk menjadi lokomotif segala potensi yang ada. Sumber daya manusia (SDM) adalah kunci utamanya. SDM menjadi takaran sejauh mana kemampuan mengolah potensi Morut sebagai lokomotif pembangunannya.

Di atas segalanya, kehadiran pemimpin yang mampu memotivasi dan menggerakkan semua potensi SDM dan Sumber Daya Alam (SDA) menjadi prasyarat utama meraih tujuan utamanya.

Tentu saja pemimpin yang dimaksud adalah yang memiliki talenta kepemimpinan yang kuat, kepedulian, berpengalaman, visioner dan aspiratif.

Di usianya yang baru menginjak tahun. Ke-7, Morowali Utara ini masih sangat belia. Beranjak dengan segala harapannya untuk mandiri. Baru sekali prosesi demokrasi di sana. Kepemimpinan pertama yang hadir sebagai pilihan rakyatnya adalah duet Ir. Aptripel Tumimomor, MT. – Moh. Asrar Abd. Samad, SE.

Pasangan tersebut jadi tumpuan harapan rakyat Morut untuk memulai debutnya sebagai Daerah Otonomi Baru di Provinsi Sulawesi Tengah. Di tangan mereka berdua peletakan dasar fundamental bangunan daerah Morut yang kokoh. Sayangnya, di awal tahun 2020, pasangan ini terpisah oleh kehendak Yang Maha Kuasa. Bupati Aptripel Tumimomor berpulang keharibaan Ilahi.

Sesuai konstitusi, kepimpinan pun mesti beralih dan diemban oleh wakilnya, Moh. Asrar Abd. Samad, SE. Sang wakil dilantik menjadi Bupati Morowali Utara. Menggantikan (Alm) Ir. Aptripel.

Kurang lebih 4 tahun pemerintahan berjalan, tantangan pembangunan lumayan menguras energi kepemimpinan. Tak jarang pasangan Bupati dan Wakilnya bersilang pendapat. Kendati demikian kepemimpinan terus saja berjalan.

Kini Moh. Asrar memimpin Kabupaten termuda di Sulteng itu pada penghujung masa jabatan periode pertamanya. Sejak dilantik, berbagai gebrakan dilakukannya untuk bangkit bergerak memajukan Morut. Bupati uni merupakan sosok pemimpin pembangunan yang agresif namun bertangan dingin.

Tokoh yang dikenal religius ini mengajak dan merangkul semua pihak. Mengajak mereka berpartisipasi untuk membangun. Termasuk pihak investor untuk datang menanamkan modalnya membangun segala potensi yang ada untukajukan daerahnya.

“Beliau bertekad memajukan daerahnya dengan segala potensi yang dimilikinya. Bahkan ia mau Morowali terdepan dari daerah lainnya,” ungkap Mansur Lataka, salah satu Sahabat Sang Bupati kepada media ini di Kolonedale belum lama ini.

Menurut Mansur, Bupati Asrar rajin mendorong peningkatan SDM melalui aspek pendidikan baik pendakatan umum maupun keagamaan. Tokoh lintas Agama didorong pula untuk memacu dan mempercepat pembangunan.

Pada saat yang sama, birokrasi didorong pula untuk lebih progres dan mampu bekerja maksimal menjalankan pemerintahan. Demikian pula para pengusaha baik lokal maupun dari luar daerah didorong dan diminta membangun usaha yang lebih besar dan bisa menyerap tenaga kerja.

Sebagai pelanjut tongkat kepemimpinan, Moh. Asrar berusaha maksimal mengerahkan kemampuannya memajukan daerah yang disahkan dalam sidang paripurna DPR RI pada 12 April 2013 silam itu.

Kini memasuki masa akhir periode pertama kepemimpinan daerah dimana Pilkada serentak akan segera digelar. Banyak pihak menghendaki Sang Bupati melanjutkan kepemimpinannya di periode Kedua untuk masa 2021-2026.

Berbagai kalangan menilai potensi, komitmen dan karakter kepemimpinannya masih sangat dibutuhkan Morowali Utara. Pengalamannya Lima tahun periode pertam merupakan modal penting dalam menggerakkan semua potensi daerah untuk maju.

“Kepemimpinan beliau masih sangat dibutuhkan,” ungkap Basyir, salah seorang tokoh penggerak pemekaran Morowali Utara saat dimintai tanggapannya…… (Ma’ruf Asli).

35b24349cfd79c2fca67650b87d971df

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

DPP Partai Bulan Bintang Rayakan Idul Adha 1441 H, Qurban 5 Ekor Sapi

Sat Aug 1 , 2020
Kliknusantar.Com [Jakarta] – Di tengah kepedulian Coronavian, Partai Bulan Bintang Pimpinan Prof Dr H Yusril Ihza Mahendra di DPP jalan Pasar Minggu, Jakarta selatan rayakan Idul Adha 1441 H. DPP PBB memotong 5 ekor Sapi sebagaimana umumnya dilakukan dalam perayaan Idul Adha. Pemotongan sapi adalah wujud ketaqwaan kepada Allah SWT. […]