Merangkul dan Menghargai, Strategi Kepala Desa Silondow Pimpin Warga Beragam Suku dan Agama

Herman, Kepala Desa Silondow Kecamatan Basidondo Kabupaten Tolitoli, Sulteng

Klik Nusantara Com | BASIDONDO – Desa Silondow Kecamatan Basidondo dikenal sebagai desa yang heterogen dari sisi suku maupun agama. Dihuni warga dari banyak suku seperti, Jawa, Bugis, Dondo, Sanger dan lainnya.

Dari sisi ragam Agama, warga Desa Silondow ada yang beragama Islam, Agama Kristen dan Budha maupun Hindu.

Mengelola warga yang demikian, bukanlah perkara mudah. Beragam kepentingan yang bisa mengahasilkan beragam persoalan juga. Dibutuhkan kepemimpinan yang kuat untuk mengolah perbedaan yang kompleks itu.

Meski potensi konflik akibat perbedaan yang ada begitu besar, namun di tangan seorang Kepala Desa Silondow, Herman yang kini memimpin desa itu, semuanya jadi aman dan tentram. Tak terdengar adanya persoalan maupun konflik mencuat ke permukaan.

Menjawab media ini, Kepala Desa Silondow mengatakan bahwa kuncinya adalah merangkul dan menghargai 5anpa membeda-bedakan suku yang satu dengan lainnya. Demikian pula agama yang satu dan lainnya.

Herman yang menjabat Kepala Desa Silondow saat ini menjadikan warga desa tetap aman dan saling menghargai walaupun saling berbeda.

“Agar tetap akur dan saling menghargai salah satu metode yang saya terapkan yaitu setiap ada kegiatan apa saja dari agama apa saja, selama saya di undang saya pasti menghadiri dan saya juga meng himbau penganut agama lain untuk menghadiri acara tersebut,” ungkap Herman kepada awak Liputan Desa Membangun yang menyambangi kediamannya, Selasa (17/11/2020).

Kepala Desa ini mencontohkan, “di Dusun 3 sebagian besar warganya beragama Kristen, tatkala saya di undang menghadiri kegiatan keagamaan mereka saya pasti hadir, namun saya datang bukan untuk beribadah bersama mereka melainkan hadir sebagai undangan, selaku pemimpin di desa ini”.

Atas kehadirannya itu, dituturkan Herman, warga Kristen di Dusun 3 ada yang komentar bahwa sudah 30 tahun bermukim di desa ini namun baru sekarang ada pemimpin desa yang mau menyempatkan hadir di kegiatan keagamaan mereka saat di undang,

Lebih lanjut Herman memberi contoh lain sebagai bentuk toleransi antar suku maupun agama di desamya pada saat peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

“Saya terapkan seperti kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW baru-baru ini. Kegiatanya diadakan di pasar agar agama selain Islam tetap bisa hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini,” pungkasnya.

Dijelaskan Herman, kalau beragam Agama berkumpul di satu tempat dengan satu kegiatan akan terlihat indah. Menurutnya keragaman itu adalah kekuatan.

Masih menurut Herman, “semua suku yang ada di Desa Silondow saya rekrut untuk di jadikan aparat desa di pemerintahan saya. Langkah ini di tempuh guna menghindari kecemburuan di antar suku dan agama yang ada”.

“Dimata saya semua warga yang ada di Silondow semua sama tidak ada yang di beda bedakan dalam segala hal semua berhak dapatkan perhatian dari pemerintah desa silondow,” kata Herman, Kades Silondow menutup perbincangan…… (Aby).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Tingkatkan Kesiapan, Kodim PPU Gelar Apkowil dan Puanter

Fri Nov 20 , 2020
Klik Nusantara Com | PENAJAM – Kemampuan prajurit perlu ditingkatkan untuk menghadapi tantangan tugas yang semakin komplek di lapangan. Selain melaksanakan program, kegiatan ini juga untuk membekali kemampuan dan keterampilan prajurit sehingga mampu memberikan solusi dan kontribusi dalam mengemban tugas di wilayah binaannya masing-masing”, jelas Dandim 0913/PPU Letkol Inf Dharmawan […]