Mengenal Sumsel Lebih Dekat (3), Empat Lawang Di Tebing Tinggi

Bersama Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad dengan simbol tangan 4L untuk Empat Lawang pada Senin 12 Oktober 2020

Kliknusantara.com | SUMATERA SELATAN – Menyusuri wilayah Sumatera Selatan yang sangat luas, seperti tak habis-habisnya. Meski sudah berkeliling di sejumlah kabupaten, masih kurang rasanya jika tak sampai di Kabupaten Empat Lawang.

Setidaknya ada beberapa alasan yang mengharuskan saya dan rombongan untuk sampai di sini. Salah satu alasan paling kuat, Bupatinya saat ini, H. Joncik Muhammad, SH., MM., MH., adalah Tokoh muda energik, bijak, cerdas dan smart. Ia adalah senior saya, kakak, guru sekaligus sahabat tempat bertukar pikiran sejak saat masih aktif berpartai.

Dalam kunjungan Redaktur kliknusantara di Bumi Sriwijaya, adalah kesempatan terbaik untuk mengunjungi Kabupaten Empat Lawang sekaligus menemui Bang H. Joncik, Pejabat Penting DPP PAN jaman Ketua Umumnya Bung Hatta Rajasa.

Kesempatan itu juga menjadi berharga karena bisa mengetahui secara dekat tentang Kabupaten pemekaran tahun 2007 itu. Meski singkat, sempat pula bertukar pikiran bersama Kadis Kominfo Empat Lawang, Pak Asnan yang menyertai Bupatinya saat itu.

Lambang Kabupaten Empat Lawang

Empat Lawang adalah sebuah Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan yang usianya sekitar 13 tahun sejak mekar dari Kabupaten Lahat.

Resmi jadi daerah otonom pada 20 April 2007 setelah sebelumnya disetujui oleh DPR RI pada 8 Desember 2006. Saat itu Empat Lawang sisahkan bersama 15 kabupaten / kota baru lainnya.

Nama kabupaten ini, menurut cerita rakyat berasal dari kata Empat Lawangan. Dalam bahasa setempat berarti Empat Pendekar (Pahlawan). Mengambil kisah zaman dahulu dimana Empat orang tokoh yang memimpin daerah.

Penjelasan ini meruntuhkan pemahaman saya dari cerita lepas dari luar, terkait nama Empat Lawang mengatakan artinya Empat Pintu. Konon menurut cerita itu, kabupaten Empat Lawang dapat dijangkau dari Empat pintu penjuru mata angin.

Mungkin saja cerita ini berkembang karena memang dalam beberapa bahasa masyarakat Sumsel, Lawang itu berarti pintu dan mendekati kebenarannya karena Kabupaten Empat Lawang berada di tengah-tengah dan dapat dijangkau dari beberapa kabupaten sekitarnya di utara, timur, selatan dan barat.

Empat Lawang menetapkan Ibu Kota kabupatennya di Tebing Tinggi. Nama ini juga memiliki pengaruh tersendiri. Pada masa penjajahan Hindia Belanda (1870-1900), Tebing Tinggi memegang peran penting sebagai wilayah administratif (onderafdeeling) dan lalu lintas ekonomi karena letaknya yang strategis. 

H. Joncik Muhammad, Bupati Empat Lawang beserta Wakilnya

Saat itu, Tebing Tinggi pernah diusulkan menjadi ibukota keresidenan. Belanda berencana membentuk Keresidenan Sumatera Selatan (Zuid Sumatera) tahun 1870-an yang meliputi Lampung, Jambi dan Palembang.

Rencana itu batal karena Belanda hanya membentuk satu keresidenan, yaitu Sumatera.

Pada masa penjajahan Jepang (1942-1945), Onderafdeeling Tebing Tinggi  menjadi wilayah kewedanaan dan akhirnya pada masa kemerdekaan menjadi bagian dari wilayah sekaligus ibu kota bagi Kabupaten Empat Lawang.

Saat berkunjung ke Empat Lawang, rombongan bergerak dari Desa Sungai Pinang, melewati Kompleks Olahraga Jakabaring masuk jalur tol menuju Indralaya ibu Kota Kabupaten Ogan Ilir.

Dari Polres Ogan Ilir, perjalanan berlanjut memasuki Kota Prabumulih. Selanjutnya menyusuri Jalan Lintas Tengah Sumatera itu memasuki wilayah Kabupaten Muara Enim, terus masuk Kabupaten Lahat.

Senin sora hari itu rombongan memasuki pintu Kabupaten Empat Lawang dari arah Kabupaten Lahat, Induk dari Empat Lawang sebelum memisahkan diri.

Beruntung bagi kami, kebiasaan Bang Joncik berlama-lama dikantor dari dulu belum berubah. Sore itu sekitar 17.00 WIB kami masuk Kantor Bupati Empat Lawang. Melalui pos penjagaan, nampak kendaraan dinas orang nomor 1 di Empat Lawang itu masih parkir.

Pintu gerbang

Menuju ruang kerja Sang Bupati, kami melintasi antrian tamu yang duduk menunggu giliran bertemu Bupati. Sambutan ramah dari petugas jaga dan ajudan mengakrabkan kami dengan suasana kantor itu.

“Bapak masih terima tamu, setelah ini beliau akan temui, silahkan duduk pak,” kata seorang ajudan.

Setelah tamu keluar, Bang Joncik (demikian sapaan akrab kami pada tokoh ini) ikut di belakang tamunya. Kami pun bertemu penuh kejutan. Tanpa kabar dan tanpa direncanakan.

Usai sholat Magrib berjamaah di ruang kerjanya, Bupati Empat Lawang itu mengajak kami berbincang banyak hal. Termasuk bagaimana ia menjadi Bupati dan memimpin Kabupaten Empat Lawang.

“Selamat datang di Empat Lawang,” kata Bupati.

“Seperti inilah Empat Lawang, semoga bisa nyaman masuk di tempat kami ini,” tambahnya dengan dialeg khas Empat Lawang.

Dari pertemuan dan perbincangan yang relatif singkat dengan H. Joncik Muhammad ditambah lagi keberadaan langsung di kabupaten ’empat tokoh pahlawan’ itu, dapat diperoleh gambaran mengenai daerah ini.

Sepanjang jalan yang kami lintasi usai bertemu Bupati Empat Lawang menuju Kabupaten Musi Rawas, jalan berkelok disertai tanjakan dan penurunan mengingatkan saya 0ada daerah asal saya di Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Tugu emas Empat Lawang

Alam yang masih penuh dengan hijauan perbukitan dan lembah itu mengisyaratkan kesuburan dan potensi kakmuran. Nampak perkebunan masyarakat memenuhi pandangan mata sepanjang lintasan.

Tergambar aktifitas masyarakatnya adalah bercocok tanam. Selain mata pencarian warganya sebagai petani, juga banyak garapan potensi ekonomi lainnya.

Kabupaten Empat Lawang mempunya wisata alam, yakni Curug Tanjung alam yang ada di Kecamatan Lintang Kanan. Air Lintang di Kecamatan Pendopo, yang merupakan pertemuan air bayau dan air lintang.

Umumnya daerah Sumsel, Kabupaten Empat Lawang juga mempunyai kuliner yang sangat khas dan enak, selain Empek-empek, ada Kelicuk, Lempeng, Sanga Duren, Serabi, Kue Suba, Lepat, Bubur Suro, Gonjing, serta Gulai Kojo.

Sayangnya, waktu yang singkat tak memungkinkan mencicipi semua penganan kuliner saat itu. Kedatangan berikutnya akan lebih direncanakan dan waktu yang agak memadai……[Ma’ruf Asli]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Jaga Keutuhan Bangsa, Kodim 0913/PPU Terus Gelar Giat Komsos Dengan Komponen Bangsa Lainnya

Tue Nov 3 , 2020
Kliknusantara.com | PENAJAM – Mempererat serta menjaga tali silaturahmi antara prajurit dengan masyarakat, Kodim 0913/PPU yang bermarkas di Km 09 Kelurahan Nipah-Nipah Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara menggelar Komunikasi Sosial (Komsos) besama Komponen Bangsa lainnya dengan mengusung tema,”Menjaga Keutuhan Dan Kemajuan Bangsa Dalam Bingkai NKRI”, Selasa (03/11/2020). Kasdim 0913/PPU […]