Mendayung Katombo, Potret Kearifan Nelayan Tradisional Teluk Dondo Di Lais

Kliknusantara.Com [Lais-Tolitoli] Desa Lais merupakan salah satu desa pesisir Teluk Dondo yang diapit Desa Ogogasang dan Desa Bambapun.

Posisi Desa Lais berada di bagian prtengahan Kecamatan Dondo. Sejumlah potensi dimiliki desa ini, mulai dari pertanian, perkebunan, dan kelautan.

karena posisinya berada di tengah, maka Lais memiliki keunggulan lain berupa lokasi fasilitas pendidikan dan pasar rakyat. Dilais terdapat bangunan pendidikan tingkat SLTP demikian pula pasar rakyat yang menjadi tumpuan dari beberapa desa sekitar.

Salah satu yang menonjol juga adalah potensi lautnya. Posisinya yang berada persis pada lekukan garis pantai Teluk Dondo menjadikan desa ini memiliki posisi pemandangan laut terbuka yang eksotis.

Karena posisi yang berada di pinggir pantai, maka sebagian besar warga di desa ini mata pencaharianya nelayan.

Sulaeman salah satu nelayan tulen di Desa Lais menuturkan kisahnya sebagai nelayan kepada media ini saat bertandang di rumahnya pada Sabtu (13/6/2020).

Aktivitasny sehari-hari adalah melaut. Ia mengaku profesi itu dilakoninya sejak usia muda hingga ia memliki 3 orang anak saat ini.

“Tiap hari kerja saya turun ke laut mancing ikan dan ini sudah berlangsung lama kalau tidak salah propesi ini saya geluti sejak saya belum kawin,” ujarnya mengawali kisahnya.

Ayah 3 anak ini mengaku benar-benar- menekuni profesinya dengan sepenuh hati. Penghidupan keluarganya disandarkan sepenuhnya pada lautan luas yang terbentang siang malam.

“Kalau saya berangkat sore pulangnya pagi. Kalau berangkatnya pagi pulangnya jelang mahrib begitu seterusnya. Sekarang saja saya sudah punya anak 3, Alhamdulillah dengan rezki yang Allah berikan melalui lautnya jadikan kami sekeluarga selalu bahagia sampai saat ini,” ungkapnya.

Soal berapa banyak yang ia dapatkan saat ia turun mancing, menurutnya itu tergantung rezki yang Tuhan berikan kepadanya.

“Yang Allah berikan kalau lagi mujur biasa dapat 1 atau 2 rippung (1 rippung = 10 ikat) ikan Katombo dan Reppo-reppo. Itu kalau di uangkan sekitar 200.000 dan terkadang juga dapat ikan tidak sesuai harapan,” katanya.

Sulaeman memahami benar, makna mengais rezki. Menurutnya, sedikit atau banyaknya ikan yang di dapatkan harus disyukuri.

“Hari esok masih ada, laut pun masih terbentang luas dengan begitu rezki di dalam laut masih tersimpan banyak. Hanya waktu yang membatasi untuk dapatkan semua ikan dalam laut,” cetusnya.

“Intinya dayung terus perahumu sekuat yang kau mampu dan jangan biarkan ikan terlalu lama menanti kedatanganmu,” ungkapnya sedikit puitis nan arif.

Dari penuturan Sulaeman, diketahui jika hampir semua nelayan di Desa Lais termasuk dirinya hingga saat ini cuma pake alat manual pancing sebagai alat tangkapanya. Dengan begitu hasil yang di dapatkan terbatas.

Ada lagi alat pancing yang lebih bagus namanya PANCING RAWE mata 250 pancing. Cuma itu butuh dana besar. Ia pun sempat tergoda untuk mencobanya. Karena menurutnya alat ini bisa lumayan hasilnya di banding dengan pancing mata dua.

Diungkapnya juga bahwa hampir semua nelayan bersamanya menggunakan ukuran perahu dengan muatan dua orang dan hasil yang bisa di muat kisaran 300 kg ikan. Kebanyakan mereka gunakan bise (dayung) yang daya jangkauanya paling jauh 500 m dari bibir pantai.

Nelayan sepertinya kadang juga berharap dibantu oleh pemerintah, namun sepertinya itu hanya angan-angan. Ia pun sempat memimpikan memiliki fasilitas teknologi yang ter-uptudate. Nelayan dengan alat pendeteksi tempat tempat kerumunan ikan.

“Dengan alat ini kita bisa tau dimana posisi ikan banyak. Selama ini yang di jadikan patokan untuk ukur posisi dimana titik ikan banyak kalau sudah di temukan tempatnya adalah gunung sebelah atas samping kiri kanan dan cara seperti ini di sebut PATON,” ungkapnya.

Cara Paton menurutnya selama ini manjur diterapkan olehnya. Cuma kekuranganya, deteksi awal tempat ikan agak susah.

Namun jika tepat membacanya dengan akurat dan tidak meleset, ia akan benar-benar mengumpul ikan yang dalam bahasa setempat ia katakan, “nasen tauee ankkanrreko katombo,”……. (Abi).

35b24349cfd79c2fca67650b87d971df

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Mendikbud: Tahun Ajaran Baru Tetap Dimulai Juli 2020

Tue Jun 16 , 2020
Mendikbud Nadiem Makarim Kliknusantara.com [Jakarta] – Tahun ajaran baru tahun 2020 tetap dimulai pada Bulan Juli mendatang. Hal itu telah menjadi keputusan resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Mendikbud,┬áNadiem┬áMakarim, menyampaikan keputusan itu melalui siaran langsung YouTube Kemndikbud RI, Senin (15/6/2020) seperti diulas Tribunnews.com “Banyak yang dikorbankan saat belajar […]