Membaca Situasi Ekonomi Warga Dondo Bagian Barat Di Pasar Tradisional Olongian Desa Lais

Kllknusantara.com – Lais_Tolitoli | Pasar Tradisional Olongian merupakan kebanggaan tersendiri bagi warga Desa Lais Kecamatan Dondo. Pasar tradisional yang terletak di Dusun Olongian berada di sisi Utara jalan Trans Sulawesi. Tepatnya di perempatan Lapangan Bola Desa Lais.

Pasar Olongian Lais yang tak jauh dari dermaga wisata Lais itu beroperasi hanya sepekan sekali, yakni di hari Selasa. Meski demikian, pasar itu menjadi salah satu faktor meningkatkan perekonomian warga Lais khususnya.

Saat tiba hari Selasa atau “Esso Pasa” (sebutan warga setempat), pedagang dari segala penjuru sejak malam sudah datang mengantar barang dagangannya. Jelang pagi, para pedagang itu telah menata barang dagangannya. Mereka jajakan dagangannya yang merupakan kebutuhan masyarakat sehari-hari dan kebutuhan lainnya.

Para pembeli berbondong-bondong datang berbelanja. Mereka dari berbagai desa di sekitar pasar. Mereka mendatangi para pedagang yang telah menggelar dagannganya di tempat yang sudah ditentukan oleh pengelolah pasar.

Menurut penuturan Pardi, salah seorang pedagang saat berbincang dengan awak media ini, Selasa (8/9/2020), bahwa pihaknya mulai buka jam 05.00 Wita. Menurutnya, puncak ramainya pengunjung pasar mulai dari jam 08.00 sampai jam 10.00.

“Namun belakangan ini pembeli agak sepi,” kata Pardi penjual Benno (Popcorn) dari Desa Kayulompa, kecamatan tetangga Dondo.

Menurut Pardi, ramai atau tidaknya pengunjung pasar, tergantung musim panen yang ada di Dondo. Jika sedang panen komoditi ertanian, entah itu Kakao, Padi, Cengkeh, dipastikan pengunjung sangat ramai karena itu indikator masyarakat sedang memiliki uang dan memiliki daya beli yang tinggi.

“Sangking ramainya pandangan kita tidak tembus ke sisi ujung pasar,” terang Pardi.

Keberadaan Pasar Olongian menjadi tolak ukur perekonomian beberapa desa di Kecamatan Dondo khususnya di bagian tengah ke arah Barat. Terutama Desa Malomba, Ogogasang, Anggasan, Ogowele Buga, Ogowele, Lais, Bambapun, dan Lobuo.

Data Litbang media menyatakan grliat pasar yang sudah puluhan tahun itu sampai saat ini masih beroperasi sepekan sekali. Dalam sepekan itu warga bekerja di ladang, kebun, sawah atau pun bangunan dan lainnya untuk mengumpulkan uang. Mereka menunggu hari Selasa untuk membelanjakan uangnya.

Meski demikian untuk kebutuhan mendesak, ada beberapa pasar kecil sebelum pasar Lais buka, yaitu Pasar Anggasan pada setiap hari Kamis dan Pasar Malomba, setiap hari Senin. Hanya saja kalau tidak terpenuhi apa yang mereka harapkan, umumnya tetap menunggu hari Selasa.

Pasar Olongian menjadi urat nadi perekonomian warga sekitar. Ditempat itu juga warga menjual hasil komoditinya dengan harga yang lebih baik dari harga umumnya yang ada di sekitar. Setelah itu mereka lantas bisa langsung membelanjakan sesuai keinginannya di pasar itu juga.

Sesuai ungkapan Pardi, Pasar Olongian akan ramai jika sedang musim panen di wilayah ini. Menunjukken bahwa ramai dan sepinya Pasar Olongian menjadi indikator kondisi perekonomian masyarakat Dondo……. (Abi).

35b24349cfd79c2fca67650b87d971df

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

HUT Desa Ogogasang, Semarak Lomba RT Disambut Antusias Warganya

Wed Sep 9 , 2020
Kliknusantara.com, Ogogasang-Tolitoli | Dalam rangka meriahkan ulang tahun (HUT) Desa Ogogasang yang ke-53, Pemdes Ogogasang laksanakan lomba antar RT se Ogogasang. Untuk meriahkan lomba antar RT itu, warga kini sibuk berbenah dengan membuat pagar dan berbagai pernak-perniknya. Pagar kemudian dicat dengan warna yang disepakati. Menurut Aan selaku Sekdes Ogogasang saat […]