Mahfud MD Ungkap Penguasaan Tanah Ratusan Ribu Ha, Pengamat Intelijen: Pasti Akan Ada Dinamika

Stanislaus Riyanta, Pengamat Intelijen dan Keamanan Universitas Indonesia

Kliknusantara.com | JAKARTA – Prof. Mahfud MD, mengungkap adanya segelintir orang kelompok pengusaha tertentu yang menguasai tanah negara hingga Ratusan Ribu Ha di negeri ini. Ia mengunggahnya melalui cuitan twitter pada Jum’at (25/12020).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) itu seolah mengutarakan kekagetannya saat mendapatkan data penguasaan ratusan ribu hektar tanah Negara melalui hak guna usaha (HGU).

“Sy dpt kiriman daftar group penguasa tanah HGU yg setiap group menguasai smpai ratusan ribu hektar. Ini gila. Penguasaan itu diperoleh dari Pemerintahan dari waktu ke waktu, bkn baru. Ini adl limbah masa lalu yg rumit penyelesaiannya krn dicover dgn hukum formal. Tp kita hrs bisa,” tulis Mahfud dalam akun twitter pribadinya @mohmahfudmd.

Hasil penelusuran data media ini menemukan data setidaknya 10 Besar nama beken group pemegang HGU terbesar di Indonesia. Tiga besar di antaranya adalah Sinar Mas Group milik Eka Cipta Wijaya, kemudian Salim Group milik Anthoni Salim dan Jardine Matheson Group milik Henry Keswick.

Luasan kepemilikan 3 Taipan ini mencapai 1,5 Juta Ha. Angka itu tentu fantastis. Penguasaan tanah begitu kuasa dan diwariskan turun temurun bisa mencapai seratusan tahun oleh segelintir orang.

Pengungkapan fakta kepemilikan lahan milik group konglomerat warisan Orde Baru itu tentu menjadi hal menarik. Apa lagi dilakukan oleh seorang pejabat sekelas Mahfud MD yang sedang menjabat Menkopolhukam.

Spekulasi pun muncul seiring pernyataan mantan Ketua MK RI itu. Ada yang mengaitkan hal tersebut dengan janji politik Jokowi saat debat capres yang menyorot tentang penguasaan lahan HGU.

Pengamat Intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta yang dimintai analisanya oleh Redaksi Kliknusantara.com Ahad pagi (27/12/2020) mengungkapkan dua sisi sebagai titik bacaannya pada ungkapan Prof Mahfud MD.

“Ada dua sisi, dugaan saya Pak Mahfud berdiri dari sisi keadilan sosial melihat adanya penguasaan tanah yang cukup besar oleh kelompok tertentu, sementara dari sisi penguasa tanah mereka membangun bisnis yang sebagian cukup lama dan saat ini menjadi objek yang akan disinggung dan ditertibkan,” tulis Pengamat Intelijen yanga juga pendiri Pusat Studi Politik dan Kebijakan Strategis Indonesia (Polkasi) itu melalui pesan WhatsApp.

Menyinggung dampak dari cuitan Prof Mahfud itu yang bisa mengarah pada upaya menyerangnya bahkan mendongkel dirinya dari posisi kabinet, pengamat yang biasa disapa Bang Stanlis ini tak memberikan tanggapan terkait kemungkinan itu.

Kendati demikian, Pengamat Intelijen UI itu memastikan bakal ada dinamika seiring pernyataan tersebut.

“Pasti akan ada dinamika sebagai dampak dari hal tersebut,” katanya.

Pakar Intelijen Spesialis Bisnis itu tak ingin berspekulasi terkait kemungkinan yang akan muncul. Namun ia tetap mengingatkan agar hukum sebagai dasar pengambilan kebijakan.

“Apapun nanti tetap harus gunakan jalur hukum sebagai dasar keputusan sehingga dampak dari dinamikanya dapat direduksi,” tandsanya………… (Ma’ruf Asli).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Bupati Kutai Barat FX Yapan Positif Covid-19, Namun Dalam Kondisi Baik

Sun Dec 27 , 2020
Kliknusantara.com | SENDAWAR – Bupati Kutai Barat (Kubar), FX Yapan, terkonfirmasi positif covid-19, seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, dr. Rita Sinaga. Kepastian itu berdasarkan hasil yang diperoleh dari Tes Cepat Molekular (TCM) RSUD HIS, Sabtu (26/12) dan pada 27 Desember ini telah mendapatkan perawatan intensif di RSU AWS Samarinda. “Atas […]