Koordinator Liga Eksponen 98: Muldoko Belum Pantas Jadi Pemimpin Nasional

Ma’ruf Asli Bhakti, Koordinator Liga Eksponen 98

JAKARTA – Jenderal TNI (Purn) Muldoko yang juga Kepala Kantor Staf Kepresidenan tidak memiliki kepantasan menjadi pemimpin nasional. Langkahnya merebut Partai Demokrat melalui cara KLB dengan kekuatan uang dan kekuasaan merupakan langkah destruktif terhadap Demokrasi di Indonesia.

Penilaian itu dilontarkan Koordinator Nasional Liga Eksponen 98, Ma’ruf Asli Bhakti, usai diskusi internal ‘Menakar Kepantasan Calon Pemimpin Bangsa di kompleks Masjid Cut Mutia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/03/21).

Kepantasan menjadi pemimpin Nasional menurut Aktivis Gerakan Reformasi ini masih sangat jauh jika menggunakan cara-cara yang berlawanan arus Demokrasi.

“Ya, jauh dari kepantasan jika ingin berkuasa dengan cara bar-bar melawan dan mematikan semangat Demokrasi. Apa yang dilakukan Jenderal Muldoko di Demokrat itu kurang elok jika espektasinya ingin jadi presiden,” cetus Ma’ruf.

Dikatakannya, cara-cara elegan dan mengedukasi warga dalam kehidupan Demokrasi perlu dikedepankan para elite dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Janganlah mempertontonkan kekisruhan yang menjadi konsumsi masyarakat kita. Jika itu dilakukan, menunjukkan ketidakpantasannya menjadi pemimpin bangsa yang membutuhkan kesejukan politik,” ujarnya.

Menyinggung tokoh-tokoh yang bermunculan dalam berbagai perbincangan publik jelang 2024, Ma’ruf mengatakan sejumlah tokoh memiliki kepantasan dan perlu terus dicermati oleh publik.
Antara lain, dari kalangan sipil, Ganjar Pranowo, Mahfud MD, Ridwan Kamil dan lainnya.

Dari kalangan TNI-Polri, ada Tito Karnavian, Budi Gunawan, Gatot Nurmantyo dan beberapa tokoh lainnya yang sering muncul ke Publik, termasuk Muldoko.

Dalam penilaiannya, meski memiliki segudang pengalaman dalam kepemimpinan dan militer, Muldoko dalam kasus Partai Demokrat adalah tindakan blunder dan mencederai etika Demokrasi politik di negeri ini.

Bagi mantan aktivis HMI MPO ini, penting menakar calon pemimpin itu dari jejak rekam yang berpihak pada masa depan Demokrasi dan agenda kesejahteraan rakyat.

Hingga saat ini menurutnya, agenda perjuangan aktivis 98, terseok-seok. Masih jauh dari harapan meski diakuinya tetap ada beberapa kemajuan di masa presiden Joko Widodo.

“Menakar calon pemimpin, perlu dilihat dari integritas, kemampuannya soal penegakan hukum, anti korupsi, demokratisasi, dan keberpihakan pada rakyat kecil,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Polres Tolitoli Rilis 3 Kasus Tindak Pidana Umum Dalam 1 Pekan

Thu Mar 25 , 2021
TOLITOLI – Sulteng, Konferensi pers dipimpin lansung oleh Wakapolres Tolitoli Kompol.F. Tarigan,SH. untuk pengukapan 3 kasus tindak pidana umum (Pidum) dalam 1 pekan terjadi di wilayah hukum polres Tolitoli yang dilaksanakan di aula polres, dimana 3 kasus tersebut adalah kasus pencurian. Wakapolres Tolitoli Kompol F. Tarigan didampingi Kasat Reskrim Iptu. […]