Kemenkop Tawarkan Stimulan 2,4 Jt Agar Ribuan Warteg Tak Gulung Tikar, Begini Respon Paguyuban

Kliknusantara.com | JAKARTA – Kementerian Koperasi dan UMKM dengan Paguyuban Pedagang Warteg dan Kaki Lima (Pandawakarta) mengadakan Pertemuan di Kantor Kemenkop dan UMKM, Kuningan Jakarta Selatan. Senin (25/01/2021).

Hasil Dari Pertemuan ini adalah menindaklanjuti pemberitaan fenomena Ribuan Warteg yang ada di Jabodetabek terancam gulung tikar.

Kemenkop UMKM mengaku memiliki program untuk memperkuat ketahanan usaha dilevel menengah, kecil dan mikro dengan stimulus dan program baik sebelum pendemi dan saat pendemi berlangsung. Kemenkop menawarkan formula itu kepada usaha Warung khas Tegal sebagai stimulan.

“Kami di Kemenkop ada stimulus untuk usaha menengah, kecil dan mikro terlebih disaat pendemi sekarang ini. Program ini pun sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi. Bentuk program dan stimulus Rp.2,4 juta ini bahkan besar penerimanya saat pendemi sekarang ini karena sasarannya juga bertambah banyak.” Kata Eddy Satri dari Kementerian koprasi pada pertemuan itu.

Atas tawaran itu, Pandawakarta selalu paguyuban Warteg berpendapat lain bahwa bantuan yang beredar dan massif di masyarakat jumlahnya kecil untuk membantu suntikan permodalan saja sulit.

“Kami mensyukuri ada bantuan dari pemerintah yang bersifat massif, tapi kami berpendapat bantuan sebesar itu untuk menstimulus modal usaha saja tidak cukup, belum lagi mereka yang punya tunggakan kontrakan tempat usaha,” kata Puji Hartoyo Ketua Pandawakarta.

“Kami usulkan bentuk klaster stimulus, pengusaha menengah, kecil dan mikro perlu dibuat klaster yang proporsional. Sehingga siapa mendapat berapa bantuan itu harus tepat. Contohnya pedagang warung makan diberi stimulus kredit bunga murah atau bunga disubsidi oleh Kemenkop, Proses dan jaminan juga tidak rumit,” tandas Puji.

Dipenghujung pertemuan Staf Khusus Menkop UMKM mengatakan, “pertemuan ini sebagai catatan penting bagi kami, dan kami akan merapatkan segera ditingkat Kementerian untuk mitigasi lebih jauh dan mencari formulasi program yg tepat”. ujar Fiki Satari

Diketahui, berdasarkan data Pandawakarta, potensi usaha warteg yang terancam gulung tikar dengan jumlah ribuan ini dampak adanya pendemi Covid-19.

Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berjalan secara terus menerus kata Fuji, mengakibatkan omzet mereka anjlok hingga 80%…… (Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Rumah Nenek Linda Disulap, Sinergitas Babinsa dan Bhabinkamtibmas Penajam Di Jumat Berkah

Tue Jan 26 , 2021
Kliknusantara.com | PENAJAM – Bentuk kepedulian Babinsa Koramil 0913-01/Penajam Kodim 0913/PPU, Bhabinkamtibmas Kelurahan Penajam bersama Penajam Jumat Berkah menuai hasil yang sangat mengejutkan dan di luar dugaan, terbukti pada Senin sore (25/1) hasil rehap/bedah rumah milik Nenek Linda (66) tahun selesai di kerjakan dan siap ditempati. Senin,(25/1/2021). Serka Cahyo Budianto […]