Jembatan Darurat Dari Pemda Tak Kunjung Tiba, Kades Ogowele Alihkan Dana Desa Sebagai Alternatif


Kliknusantara.com | DONDO – Tak ada realisasi jembatan darurat seperti penyampaian Bupati Tolitoli, Moh. Saleh Bantilan, ketika ditemui rombongannya beberapa bulan silam terkait ambruknya jembatan Ogowele akibat Banjir, sebabkan Kades Ogowele putar otak cari solusi.

Meski terbatas Dana Desa yang tersedia, Kepala Desa Ogowele, Mapri H. Baribi beserta masyarakat dan unsur kecamatan mengalokasikan Dana Desa untuk pembuatan jembatan darurat.

Pasalnya, jika dibiarkan tak ditangani kata Mapri, akan menimbulkan lebih banyak korban. Bukan hanya itu, sekian bulan pasca ambrunya jembatan itu, jalur kendaraan melalui jalur ttersebut, terputus.

Mapri tak lagi mengharapkan janji pembuatan jembatan darurat dari Pemkab Tolitoli atau pun BPBD. Kini ia sudah bertindak dengan melakukan pembongkaran tumpukan runtuhan material jembatan di Sungai Bumi Angin Desa Ogowele.

Kepala Desa Ogowele saat ditemui di lokasi pembongkaran material jembatan, Ahad (6/12/2020), mengatakan pihaknya terpaksa mengalokasikan Dana Desa untuk sewa alat bongkar material dan kemudian bangun jembatan darurat yang terbuat dari batang kelapa.

Menurut Mapri langkah itu ditempuh untuk menyikapi keluhan warga Ogowele. Pemdes ogowele bermusyawarah mencari solusi terbaik menhatasi jembatan tersebut.

Kades mengunkapka bahww Musyawarah Desa Ogowele digelar untuk membahas hal tersebut. Turut hadir Camat Dondo, Kapolsek Dondo, pendamping desa dam warga masyarakat.

Sebelumnya, seperti dituturkan Mapri, baik warga setempat maupun warga desa tetangga yang melalui jembatan, semua mengeluh. Kondisi jembatan sangat tidak layak dilalui. Bahkan sudah mengakibatkan korban terjatuh.

“Hasil musyawarah yaitu akan di buat jembatan darurat yang terbuat dari batang kelapa dengan sumber dana dari DD tahun 2020. Kesisahan dari anggaran BLT Dana Desa,” ujar Mapri.

Dikatakan Mapri, berdasarkan informasi, jembatan permanen baru akan di bangun Mei 2021. Itu pun jika benar diusulkan kata Mapri. Jika benar adanya, itu juga masih lama.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan kegiatan pembongkaran tpukan runtuhan material jembatan dan pemasangan batang kelapa sudah bejalan 2 hari.

Amatan di lapangan, nampak alat berat yang disewa menggunakan Dana Desa tengah bekerja. Pembongkaran material dilakukan karena sulit mendapatkan lokasi pembuatan jembatan darurat. Belum lagi jika banjir tiba, tumpukan material itu menghalangi arus air hingga meluap ke perumahan warga.

Nantinya, jembatan darurat itu hanya untuk kendaraan roda empat yang bermuatan ringan seperti mobil avanza dan roda dua. Tidak diperbolehkan untuk dilalui truk.

Saat ditemui di lokasi jembatan, Kepala Desa diseetai Sekdes, pendamping lokal desa, dan parat desa lainya. (Aby).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

FORMASSI Gelar Kongres Ke-3 Sekaligus Silahturahmi

Tue Dec 8 , 2020
Kliknusantara.com | SUBANG –Forum Mahasiswa dan Sarjana Subang se-Indonesia (FORMASSI) menggelar Kongres ke- 3 Tahun 2020, untuk menyampaikan pertanggungjawaban kegiatan dan pemilihan Ketua selanjutnya. Agenda tersebut dilaksanakan di Gedung GOW, Subang,Minggu (06/12/2020). Kongres yang bertemakan “Revitalisasi Semangat Juang Mahasiswa Subang” ini dihadiri oleh perwakilan Organisasi Daerah dan Perwakilan BEM Subang, […]