Jalanan Dan Cafe Di Jalur Puncak Bogor Padat, Warga Mulai Abaikan COVID-19?

Kliknusantara.com [BOGOR] – Pasca lebaran suasana jalanan di Jabodetabek mulai ramai. Tak seperti sebelumnya suasana lengang sepanjang bulan puasa karena pandemi Covid-19 dimana kebijakan pemerintah membatasi aktivitas sosial dikeluarkan oleh Pemprov DKI dan Jawa Barat.

Ramainya jalanan sebenarnya mulai terlihat H-2 lebaran. Suasana itu tak bisa dibendung mengingat banyak warga membutuhkan bahan makanan dan lainnya untuk keperluan lebaran.

Hanya saja setelah leabaran, bukannya warga kembali membatasi aktifitasnya. Pantauan media ini disejumlah tempat di wilayah Jabodetabek umumnya mulai ramai kendaraan roda empat dan roda dua di jalanan.

Pengguna sepeda motor ramai dan berboncengan. Pemandangan itu terlihat sejak Jum’at sore (29/5/2020). Umumnya mereka adalah pasangan muda-mudi.

Hingga Senin pagi (31/5/2020) pantauan di Jalur puncak Bogor nampaknpemandangan yang sama. Bahkan sepanjang jalur menuju puncak di daerah Gunung Geulis, Wilayah Sukaraja, bukan hanya jalanan yang ramai. Warung-warung sepanjang jalur itu dipadati pengunjung untuk makan dan minum serta menyaksikan pemandangan dari puncak ketinggian itu.

Heri, Komisioner KPU Kabupaten Bogor yang kebetulan memfasilitasi perjalanan kami memantau situasi itu sempat heran melihat pemandangan itu.

“Seperti gak ada corona,” celetuknya saat menyaksikan deretan sepeda motor yang parkir di depan warung-warung makan dan cafe sepanjang jalur puncak yang di lalui.

Suasana pasca lebaran nampaknya menjadi anti tesa dari keadaan debelumnya yang nampak sepi akibat pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Aktifitas masyarakat benar-benar dibatasi dengan penjagaan ketat di sejumlah jalur serta pembatasan jam operasi transportasi umum.

Suara-suara masyarakat yang sudah ingin PSBB itu diakhir mulai terdengar. Apalagi jelang dicabutnya masa pembatasan itu awal Bulan Juni ini. Warga seperti tak sabar untuk segera beraktifitas.

Pemandangan itu seolah mengatakan Covid-19 tak lagi menjadi ancaman yang menakutkan seperti asal kemunculannya. Nampaknya warga mulai menganggap virus corona bukan lagi ancaman dan dapat berdampingan…….(Ma’ruf Asli).

35b24349cfd79c2fca67650b87d971df

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Terkait Covid-19, Mana Prioritas Ekonomi Atau Kesehatan? Begini Kata Sri Mulyani

Sun May 31 , 2020
Kiknusantara.com [JAKARTA] – Manakahbyang perlu didahilukan, aanatara menyelamatkan kesehatqn rakyat atau menyelamatkan ekonomi yang terancam collaps di masa pandemi COVID-19? Saat kesehatan rakyat di dahulukan, dietrapkan pembatasan sosial atau karantina wilayah, kungkin kesehatan rakyat bisa di selamatkan dari ganasnya serwngan virus Corona. Mereka akan tinggal di rumah, tak ada interaksi […]