Ingat, New Normal Bukan Berarti Indonesia Telah Pulih

Oleh; Zulkarnain Hasan

Divisi Informasi dan komunikasi Yayasan RAMAI Foundation

Indonesia menuju new normal 2020. Uji coba ada 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota di Indonesia, salah satunya Kota Bekasi, dan ini merupakan satu pelajaran buat kita semuanya sekaligus seleksi Alam mulai berjalan. Ini sangat menyedihkan sekali, tapi apa boleh buat kita harus menghadapinya dan tetap mencegahnya pula.

Lockdown dan PSBB belum berhasil dilakukan di Indonesia maka bakalan kearah Herd Immunity (HI).

HI itu mengacu pada situasi dimana
cukup banyak orang dalam satu populasi yang memiliki kekebalan terhadap infeksi sehingga dapat secara efektif juga menghentikan penyebaran penyakit tersebut.

Nah caranya itu adalah mencegah belum adanya vaksin covid 19, mencegah adanya 70% populasi terinfeksi virus sehingga akan mendapatkan kekebalan anti bodi secara alami.

Disisi lain kita sambil menunggu vaksin, dalam waktu dekat (paling cepat satu tahun). Maka pilihan HI ini adalah dengan cara menginfeksi virus itu secara langsung atau mematikan virus di berjemur diteriknya matahari selama 15 menit aja.

Dari kemungkinan infeksi ini hanya 2 hal yg akan terjadi pertama Bertahan hidup adanya kekebalan tubuh terhadap penyakit dan Meninggal bagi yg tidak kuat imunnya.

Maka dianjurkan kita berjemur di teriknya matahari pada pukul 10:00 hingga berkisar 15 menit seminggu lima kali inshya allah virus itu akan mati dengan sendirinya, lalu rajin mencuci tangan, disetiap berpergian menggunakan masker dan menjaga pola hidup sehat.

HI ini pelan-pelan akan dilakukan pemerintah Indonesia, meski nantinya tidak akan dibilang HI secara langsung. tapi kita akan mulai merasakannya, yang sadar paham betul arahnya HI, yang tidak sadar akan mengira covid sudah selesai padahal belum.

HI di Indonesia, pelan-pelan toko/mall, transportasi dibuka walau dengan protokol kebersihan/kesehatan, Pelan-pelan sekolah mulai dibuka, Pelan-pelan kantor dan aktifitas massal mulai diperbolehkan aktif kembali.

Kemudian dampak negatif dan positif dari HI. Negatifnya. Akan kehilangan penduduk hampir separuh juta jiwa.
Dan rumah sakit akan super kewalahan.

Dari sisi Positifnya adalah Pandemi akan cepat berakhir, akan terbentuk manusia baru yang punya imunnya lebih kebal,
Perekonomian inshya Allah tidak terhambat perkembangannya.

Manusia yang daya tahan tubuhnya kuat, dengan gaya hidup yg bagus, daya tahan tubuh yang baik maka akan kebal dengan melawan penyakit covid 19 ini.

Sebaliknya. Manusia yang tidak punya sistem kekebalan tubuh yang baik dengan faktor resiko penyakit penyerta maka akan tereliminasi/meninggal.

Agar bisa bertahan menjadi salah satu bagian dari HI, rubah gaya hidup. Mulai hidup bersih, berolahraga, makan sehat, perbanyak konsumsi vitamin dan herbal tradisional, Rubah lingkungan menjadi hidup sehat, pakai masker, sementara hindari kerumunan, sering cuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, dan juga menjaga lingkungan kita.

Dan terakhir perbanyaklah berdo’a, beristigfar kepada Allah SWT. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’alah melindungi kita semua,yakin dan percaya wabah ini akan berakhir dengan sendirinya. Inshya Allah. Aamiin ya robbal alamiin.

Jakarta, Rabu, 27/5/2020.

35b24349cfd79c2fca67650b87d971df

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Begini Peran TEPBEK III-44- 3.B/PWK Saat Wabah Melanda Negeri

Wed May 27 , 2020
Kliknusantara.com [Purwakarta – Jabar] – Kesatuan yang jarang dikenal publik namun keberadaan sangat strategis mengatasi persoalan saat ada musibah bencana alam atau non alam seperti pandemi Covid-19 saat ini. Jika dianalisa secara cermat, sebenarnya TEPBEK III-44- 3.B/PWK tidaklah berlebihan jika dianggap jantungnya kesatuan – kesatuan TNI. Hanya saja jarang sekali […]