Gugatan Petani Plasma di PN Tolitoli Kandas, Pengacara PT SKB: Pidananya Tetap Berlanjut Di Polda Sulteng

Sabrang, SU., Kuasa Hukum PT Sonoklin Buana di Tolitoli

Kliknusantara.com | Gugatan Class action atau gugatan perwakilan oleh Doni Salim, M.Yahya Bantilan, Pinjaman Kapitalau dan Yasin melalui Kuasa Hukumnya, Fadli Anang, SH., Moh. Ridwan SH., dan Syaiful Azis, SH., mengatasnamakan petani sawit tak membuahkan hasil.

Perkara NO 25/PDT.G/2020/PN.Tli. Tertanggal 20 Oktober 2020, tersebut kandas di Pengadilan Negeri (PN) Tolitoli. Hal itu diputuskan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tolitoli, Selasa, 17 November 2020 yang dibacakan dalam sidang.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tolitoli dalam pertimbangan hukumnya menyebutkan bahwa gugatan perwakilan kelompok tidak memenuhi ketentuan yang berlaku serta tidak berdasar hukum dan tidak sesuai tata cara serta persyaratan gugatan kelompok.

Bahwa gugatan penggugat tidak sah dan tidak memenuhi persyaratan gugatan kelompok, serta memerintahkan perkara tersebut dihentikan dan tidak dapat dilanjutkan, 

Selain kenolak gugatan perwakilan kelpok, sidan putusan majelis hakim juga menghukum para penggugat untuk membayar biayah perkara yang timbul dalam perkara tersebut.

Sebelumnya kuasa hukum petani meoakukan gugatan dengan menadalilkan bahwa PT Sonoklin Buana tidak menepati janji atas pembagian hasil panen buah sawit kepada masyarakat petani Desa Oyom, Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli. Gugatan itu didasarkan dengan perjanjian 60 % untuk perusahaan dan 40 % untuk petani. 

Adapun nilai gugatannya, nyaris 1 Triliun atau Rp. 955.825.920.000 ( sembilan ratus lima puluh lima milyar Delapan Ratus Dua Puluh Lima Juta Sembilan Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah).

Menanggapi putusan tersebut, Kuasa Hukum PT. Sonoklin Buana, Sabrang, mengatakan putusan tersebut sudah tepat dengan pertimbangan bahwa berdasarkan pasaL 2 AYAT (4) UU NO. 48 TAHUN 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman.

Peroses Peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan, sehingga terhadap putusan pendahuluan tersebut belum masuk ke pokok perkara yang jika berlanjut ke proses persidangan kan kasian kalau juga pada akhirnya putusan tersebut ditolak. 

“Sejak awal kami sudah menyebutkan bahwa gugatan tersebut adalah gugatan mengada-ada serta tidak berdasar, karna  mereka–mereka yang mengatasnamakan kelompok. Tidak jelas kelompok mana yang dimaksud,” kata Sabrang dalam rilisnya yang diterima redaksi, Minggu Malam (22/11/2020).

“Kami juga sangat prihatin terhadap mereka yang mengatas namakan Kelompok Tani mengikut sertakan masyarakat yang tidak mengerti pokok persoalan serta tidak mengetahui perjanjian apa yang dimaksud dengan perusahaan,” ungkap Sabrang.

Menurutnya, perusahaan juga tidak pernah sedikitpun berniat mau memenjarahkan masyarakat terhadap perkara tersebut, juga tidak pernah menyerobot lahan warga masyarakat yang dimaksud, juga tidak pernah membuat perjanjian dengan mereka-mereka yang mengatas namakan kelompok petani plasma, 

Oleh karenanya menurut Sabrang, SH.,  PT.SKB dalam hal ini mau menuntaskan persoalan tersebut agar dikemudian hari tidak lagi muncul persoalan yang dibuat-buat oleh oknum-oknum tertentu. 

Untuk itu, menurut pengacara ini, terkait pelanggaran pidana yang timbul didalamnya tetap kami lanjutkan di Polda Sulteng di Palu.

“Karena kami menduga ada oknum-oknum tertentu yang selama ini memamfaatkan masyarakat, mempropokasi masyarakat seolah-olah masyrakat mau dibenturkan dengan perusahaan Pt. Sonoklin Buana,” tandasnya… …. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Gelar Futsal Antar Desa, Kades Stadong: Mempererat Tali Silaturahmi

Mon Nov 23 , 2020
Kliknusantara.com | DAMPAL UTATA – Desa Stadong Kecamatan Dampal Utara, Tolitoli menggelar pertandingan Futsal Antar Desa. Kegiatan dibuka Kepala Desa Stadong, Amrin Halim Ahad (22/11/2020) sore di Lapangan Sepak Bola Desa Stadong. Sebanyak 8 desa yang akan bertanding di turnamen yang baru saja dimulai itu. Empat desa dari perwakilan Kecamatan […]