Dua Warga Watusampu Ditahan Atas Laporan Perusahaan, Keluarga Nilai Polres Palu Tak Berlaku Adil

Kliknusantara.com | PALU – Keluarga dua tersangka penghalangan aktivitas perusahaan di Kelurahan Watusampu yakni Zulman dan Abdul Salam, menilai polisi tidak berlaku adil atas penahanan mereka. Apalagi hanya menahan dua orang dari tiga pelaku dalam kasus yang sama.

Hal itu diungkapkan Sarini, Istri Zulman salah satu warga yang ditahan aparat Polres Palu dalam rilisnya yang diterima media ini, Selasa malam (15/12). Ia menyayangkan sikap polisi yang langsung menahan suaminya bersama Abdul Salam terkait pemagaran jalur perusahaan PT Anugerah Karya Kaltindo. Padahal, menurutnya tanah atau lokasi yang mereka pagar itu adalah tanah mereka sendiri.

“Jadi, tanah yang mereka pagar itu adalah milik mereka sendiri yakni Zulman dan Abdul Salam. Tapi kenapa polisi langsung menahan mereka (Zulman dan Abdul Salam) hanya karena laporan sepihak dari PT Anugera Karya Kaltindo,” ujar Sarini dalam rilisnya, Selasa (15/12/2020).

Dikatakan, penahanan suaminya Zulman bersama Abdul Salam, berawal dari laporan pihak perusahaan PT Anugerah Karya Kaltindo atas tuduhan penghalangan aktivitas perusahaan dengan memagar jalan perusahaan sekira Oktober 2020 lalu.

Saat itu kata dia, pihak PT Anugera Karya Kaltindo melaporkan tiga orang yang dituding telah memagar jalan perusahaan, sehingga aktivitas perusahaan terganggu karena tidak adanya jalan. 

Ketiga orang yang dilaporkan yakni Zulman, Abdul Salam dan pimpinan Sirtu Utama Abadi. 

“Yang dilaporkan tiga orang, namun yang ditahan hanya dua orang yakni suami saya Zulman dan Abdul Salam. Sementara pimpinan Sirtu Utama Abadi tidak ditahan, ada apa sebenarnya. memagar jalan perusahaan PT Anugerah Karya Kaltindo, yang sesungguhnya tanah mereka sendiri.

Sarini mengungkapkan, sebenarnya yang dipagar suaminya (Zulman), Abdul Salam dan Pimpinan Sirtu Utama Abadi adalah tanah atau lokasi mereka sendiri. Namun dari ketiganya itu, hanya PT Sirtu Utama Abadi yang memiliki Surat Keterangan Penguasaan Tanah (SKPT). Sementara Zulman dan Abdul Salam, belum sempat mengurus SKPT. 

“Yang dipagar itu tanah mereka sendiri, karena sampai saat ini pihak perusahaan (PT Anugerah Karya Kaltindo) belum membayar tanah itu untuk dilalui. Sangat mengherankan, pemilik tanah yang memagar tanahnya malah di laporkan dan dipenjara,” keluhnya. 

“Ini sungguh sangat tidak adil. Jika memang perbuatan memagar jalan perusahaan yang sebenarnya tanah mereka sendiri merupakan perbuatan pidana, kenapa hanya dua orang yang ditahan. Padahal yang melakukannya tiga orang,” kesalnya.

Sarini meminta Polres Palu agar menahan juga pimpinan Sirtu Utama Abadi, karena bukan hanya Zulman dan Abdul Salam saja yang memagar jalan perusahaan itu, tapi juga pimpinan PT Sirtu Utama Abadi. 

“Kalua mau adil ya, tahan saja ketiganya atau bebaskan semuanya,” tandasnya….. (Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Kepedulian Sang Jendral Polisi Tiada Henti, Agus Andrianto Kembali Bantu Pengobatan Balita Kurang Mampu Tanpa BPJS

Wed Dec 16 , 2020
Kliknusantara.com | MEDAN – Aisyah, bayi berusia 2 tahun, warga dusun 6, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, putri ke 3 dari pasangan suami-istri Deni dan Pita terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Adam Malik oleh tetangga karena sudah hampir 1 bulan menderita penyakit  yang blum diketahui. Sebelumnya bocah mungil […]