Dr. Hj. Tati Hartimah, MA.(Dosen UIN Syahid Ciputat): Menag RI Menghancurkan Harapan Para Orang Tua Untuk Miliki Anak Soleh

Kliknusantara.Com, JAKARTA | Mentri Agama RI Fachru Razi yang menista bahwa Agama itu sebagai musuh utama Pancasila, melanjutkan penistaannya bahwa yang toat belajar agama Islam itu jadi radikal, intolerans, teroris.

Dampak pernyataan Menag itu merusak dambaan para orang tua, keluarga Indonesia untuk mendapatkan anak yang soleh.
Kalau begitu selama ini saya jadi Pembina Islam teroris, Radikal, Intoleran di Lapas.
Padahal mereka gitu karna bodoh dan negaranya yang impoten menghadirkan jahtra.

Dinyatakan Pencramah Dr Hj Tati Hartimah MA pada Pengajian Reboan ke 780 oleh Daina (Da’i Dapur Nusantara) Pimpinan H Masrur Anhar bertema “Membentuk Keluarga Samara (Saqinah, Mawahdah, wa Rohmah)” di Markas DPP Partai Bulan Bintang Pimpinan Prof Dr H Yusril Ihza Mahendra SH di jalan Pasar Minggu, Jakarta, 9 September 2020 sore.

Pencramah Tati Pensiunan Dosen
UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, karna masih dibutuhkan mengajar terpaksa ia
menanda tangani NIDK (Nomor Induk Dosen khusus) lanjut mengajar.

Tati yang kelahiran Subang dan mantan Presidium Forhati non Gender, melanjutkan, Untuk persiapan menikah itu bagai akan bangun rumah yang butuh bahan dan alatnya.
Kekhususannya mempesiapkan bagaimana cara membangun Keluarga sakinah oleh calon suami dan istri, diantaranya ilmu, Doa spesial untuk meraih sukses keluarga yang samawa hasilkan anak yang soleh.

Kita ketahui tiap undangan pernikahan selalu cantumkan Surat Ar Rum 21 yang disayangkan sampai terinjak injak.

Samara merupakan standar ideal bikin keluarga tenang, terlindungi, terhormat bagi semua fihak.

Calon bapak sebagai pimpinan keluarga seharus punya segala kelebihan kemampuan agar dapat disegani, dihormati, diteladani,
misalnya dengan ibdabinafsih (Mulai dari diri sendiri) bila ajarkan anaknya solat.

Segala urusan hendaklah ibadah lilahi taala, bertemu dan berjumpa, menikah, karna Swt bukan karna birahi / materia, bukan bablas Gregor yang hubudunia, cinta negara dengan 4 pilar tapi dengan lilahi taala.

4 Orientasi dalam memilih calon suami / bini : agama, kaya, turunan, pendidikan, maka utamakan pilih agamanya agar tak sesal.
Bila sudah cukup usia ingin nikah namun masih nganggur, hendaklah ia menikah mendatangkan rezeki. Saling melengkapi, saling tutupi kekurangan.

Contohnya suami saya, Drs dan saya Doktor maka wajib sabar dan hormati suami saling melengkapi, menutupi kekurangan dan memaklumi bahwa suami itu harus lebih sayang pada ibunya dibanding istrinya.

Cinta dan benci jangan extrem sehingga bila kecewa tidak sampai rugikan jiwa, misal kita amat Cinta pada anak dibawah 3 tahun, sesudah itu jadi ali nyebelin karna banyak tanya, kendati bertanya itu adalah kunci ilmu.

Terbentuknya Mahasiswa milenial seperti HMI itu seharusnya dari nilai Islami bukan pengaruh nafsu zalim ketika ujian webinar bila tak lulus memprotes dengan Consideran / pertimbangan sudah rugi materiali buang waktu quota pulsa.

Jodoh, Rizki, Maut ditentukan Swt dan Insan hanya wajib ikhtiar yang hasilnya berserah pada ketentuan Swt.
Orang tua harus kawal calon penganten anaknya diajak dialog kebhinekaan adat keluarga yang akan ciptakan keseimbangan keluarga samawa.

Pendidikan pada anak terutama tanggung jawab pada bini dan
Calon Anak yang akan lahir harus dibina dimulai sejak kandungan rahim misal dengan ibunya mengaji dan suami harus ciptakan suasana senang bini yang mempengaruhi anak dalam rahim.

Pengalaman saya dalam advokasi KDRT (Kekerasan dalam.Rumah Tangga) mendapati tingginya angka Perceraian karna PUG (Pengarus utamaan Gender) bini yang merasa gagah lebih tinggi ilmu dan gajinya dari suami apalagi kena PHK Coronavian..(Mahdi).

35b24349cfd79c2fca67650b87d971df

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pangdam Mayjen TNI Heri Wiranto Tutup Apel Dansat 2020 Tersebar secara Virtual

Thu Sep 10 , 2020
Kliknusantara.com, SAMARINDA | Jaga kesiapan satuan, jaga moril, semangat dan militan prajurit. Berbuat yang terbaik dengan ikhlas untuk satuan, bangsa dan negara yang kita cintai. Ucap Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, S.E., M.M., M.Tr (Han) saat menutupan Apel Komandan Satuan Tersebar di wilayah Kodam VI/Mulawarman TA. 2020 secara virtual […]