BLT Dana Desa Jadi 6 Bulan, Kades Kongkomos Segera Bahas Perubahan APBDes Bersama BPD

Kades Kongkomos, Drs. Moh. Nur ketika rapat penetapan penerima BLT yg didampingi ketua BPD, Pendamping Lokal Desa (PLD) dan Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI) Kecamatan Basidondo. Foto: Dari kiri, Suriani (PLD), Asri T (Ketua BPD Kongkomos), Moh. Nur (Kades), dan Samsul (PDTI).

Kliknusantara.com [Kongkomos-Tolitoli] – Terkait rencana pemerintah memperpanjang masa Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) dari Tiga bulan menjadi Enam bulan, akan berimbas pada sejumlah pos anggaran yang telah ditetapkan dalam APBdes. Pasalnya perubahan itu tidak disertai penambahan anggaran DD dari pemerintah pusat.

Semula dana BLT DD selama 3 bulan hanya Rp 1,8 juta per Kepala Keluarga. Namun dengan adanya penambahan masa penanganan dampak Covid-19 hingga 6 Bulan maka anggarannya membengkak 2,7 juta per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kepala Desa Kongkomos, Drs. Moh. Nur, mengungkapkan kemungkinan perubahan terkait penambahan masa pemberian BLT jadi 6 bulan itu kepada Media ini, Selasa malam (265/2020).

Kepastian kelanjutan BLT ini menurut M. Nur, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50/PMK.07/2020 tentang Perubahan Kedua atas PMK Nomor 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa.

“Diperpanjangnya BLT tersebut secara otomatis anggaran yang sudah ditetapkan dalam APBDes akan dilakukan perubahan,” ujarnya.

Kades mengatakan, dengan pertimbangan tersebut ia rencananya
akan segera mengundang mitranya, yaitu BPD untuk membicarakan hal tersebut.

Dikatakan Kades, agenda utama yang akan dibicarakan dgn BPD nya adalah masalah pos kegiatan yang akan dipending anggarannya guna menutupi kelanjutan BLT Dana Desa.

“Untuk menutupi BLT lanjutan ini setidaknya harus menyiapkan dana sekitar 63 juta dari 71 orang KPM,” ungkapnya.

Kades Dua Periode itu mengatakan, BLT DD tahap pertama, sudah diputuskan sebanyak tiga kegiatan fisik dan non fisik yg dipending danannya dan dialihkan untuk menutupi BLT tersebut. Ketiganya adalah Bangunan PAUD senilai 90 juta, kegiatan pembinaan pemuda dan olahraga senilai Rp 17 juta dan anggaran stunting Rp 24 juta.

Saat ini untuk menutupi anggaran BLT lanjutan ini sisa ada 3 pos kegiatan lagi yang akan jadi pilihan untuk dipending dananya. yaitu anggaran pembangunan jembatan dua unit senilai Rp 70 juta dan anggaran pembagunan bak air senilai Rp 50 juta lebih.

M. Nur berharap lewat pertemuan dengan BPD ini bisa menghasilkan keputusan terbaik demi kelanjutan pembangunan yang berlandaskan musyawarah dan mufakat

“Dari tiga kegiatan fisik tersebut, terserah hasil musyawarah nantinya yang mana mau dipending dananya untuk tahun depan dan mana dilanjutkan pekerjaannya tahun ini,” tutupnya ……. (Redaksi).

35b24349cfd79c2fca67650b87d971df

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ungsikan Warga, Para Babinsa Di Kodim 0901/Samarinda Bantu Evakuasi Korban Banjir

Tue May 26 , 2020
Kliknusantara.com [Samarinda-Kaltim] Musibah banjir akibat curah hujan yang tinggi, dan air pasang Sungai Mahakam mengakibatkan kota Samarinda mengalami terendam. Genangan banjir di Samarinda, Senin (25/5/2020) semakin dalam. Akibatnya, warga yang terdampak mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman. Akses di beberapa ruas jalan di Samarinda lumpuh. Kendaraan tidak bisa melintas. […]