Bentuk ‘Polisi’ Ternak, Kades Stadong Tertibkan Ternak Dengan Perdes

Kliknusantara . Com [Stadong-Tolitoli] – Keberadaan ternak yang tak terurus selayaknya ketentuan peternakan oleh pemiliknya, meresahkan warga masyarakat Desa Stadong. Sejumlah petani mengeluhkan kebun dan tanaman mereka dimasuki ternak dan merusak tanamannya.

Selain merusak tanaman petani, sapi maupun kambing yang berkeliaran terutama pada malam hari, berkumpul dan tidur di badan jalan. Ternak tersebut selain meninggalkan kotoran juga menghambat pengguna jalan bahkan sangat membahayakan keselamatannya.

Kondisi tersebut direspon oleh Amrin Halim selaku Kepala Desa Stadong Kecamatan Dampal Utara Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah untuk membuat peraturan desa (Perdes) menertibkan ternak tersebut.

Menurut Kades, Pemdes Stadong telah melakukan rapat membahas mengenai aturan pemeliharaan ternak tersebut pada Senin (15/6) silam. Hadir dalam pembahasan Camat Dampal Utara, Syafruddin Dg. Parebba, SH., Kapolsek, Danramil, Tokoh Masyarakat, Ketua BPD, Peternak, Petani. Hadir pula Kades dari desa tetangga, Kades Pangkung dan Kades Banagan.

“Terkait usulan warga soal ternak, saya langsung rapat bahas aturan ternak sapi di desa stadong dan aturan ini mulai di berlakukan pada tanggal 29 Juni 2020 nanti,” ungkap Kades Amrin Halim.

“Harusnya perdes langsung di berlakukan setelah ditetapkan cuma karena ada usulan peternak untuk tidak diberlakukan dulu mengingat kandang sapi belum jadi, ya untuk sementara kita tunda dulu sampai tanggal 29 Juni,” tambahnya.

Menindak lanjuti aturan ternak tersebut melalu rapat itu juga, Kades Stadong membentuk Polisi Ternak (petugas) yang beranggotakan 5 orang dari setiap dusun. Tugasnya mengontrol ternak sapi yang berkeliaran di malam hari yang luput dari pantauan pemiliknya kemudian di masukkan di kandang sapi milik desa yang sudah di siapkan.

Adapun poin-poin Peraturan Desa yang di tetapkan tersebut, diantaranya:

  1. Peternak di haruskan mengandangkan ternaknya di malam hari dan siang di gembala
  2. Kambing di kandangkan siang dan malam hari bila mana di ketemukan berkeliaran maka di masukkan ke kandang desa dan di beri sangksi sebesar 25.000
  3. Apabilah hewan ternak tersebut merusak di malam hari maka si pemilik ternak baik perorangan maupun perkelompok menanggung segala resiko yang di akibatkan ternak tersebut
  4. Melukai hewan ternak di malam hari maka tanaman yang di rusak tersebut tidak dapat di ganti rugi tetapi jika hewan ternak tersebut mati maka si pemilik ternak dapat menuntut secara hukum atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  5. Ternak sapi yang merusak tanaman di siang hari akan di tinjau langsung ke tempat kejadian. bilamana tidak sesuai pagar maka tidak diganti rugi dan kalau sesuai maka di sesuaikan dengan tingkat kerusakannya.
  6. Apabilah di ketemukan berkeliaran di malam hari maka akan di masukkan ke dalam kandang desa dan akan diberikan sangksi Rp 100.000/ekor dalam 1 hari. Yang membayar sangksi oleh letugas pengandang.
  7. Pemilik ternak dari desa tetangga mengandangkan ternaknya di masing masing desa.
  8. Bila mana terjadi penabrakan ternak di malam hari maka semua kerusakan ditanggung oleh petugas jadwal yang mengandangkan ternak dan bila mana ditabrak di siang hari ditanggung masing masing peternak.
  9. Setiap pemilik sapi wajib memerek/memberikan tanda pada masing masing ternak.

(Abi).

35b24349cfd79c2fca67650b87d971df

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Mengintip Keindahan Panorama Pantai Dermaga Pelangi Desa Simuntu

Wed Jun 24 , 2020
Kliknusantara . Com [Simuntu-Tolitoli] – Ada banyak destinasi wisata di Kabupaten Tolitoli, salah satunya adalah Pantai Dermaga Pelangi. Ya, pantai yang satu ini cukup menyuguhkan panorama alam yang lumayan indahnya. Pantai ini teduh dengan ombak yang tidak begitu besar dan tinggi. Sangat cocok dan aman untuk mandi sambil berenang. Siapapun […]