Abdullah Hehamahua (Khotib Jumat): Era Presiden Jokowi Hilang Identitas Sejarah Dunia Islam

Bang Doel bersama pengurus Masjid Umar Al Khattab Jatinegara

Kliknusantara.com | JATINEGARA – Hukum rimba Pemerintah presiden Jokowi tajam kebawah, tompul keatas, Imam besar Habib Riziek Shihab / HRS dikenakan sanksi karna pernikahan anaknya mengundang kerumunan pendukungnya rawan Coronavian, tapi Pilkada Gibran anak Jokowi berkerumun tanpa sanksi, Polri bunuh 6 pengawal HRS tanpa sanksi, bila Jokowi kalah pilpres 2019 meringankan beban KPK.

Ungkap Abdullah Hehamahua / bang Doel pada sholat Jumuah di masjid Umar bin Khotob, jalan Jati negara timur, Jakarta, 11 Desember 2020 dengan Imam Syahrul Efendi Dasopang (Mantan Ketua Umum PB HMI).

Bang Doel, mantan Ketua umum PB HMI, melanjutkan, Macet “Pendidikan Robbani ” yang prioritaskan Aqidah berdampak pada extra Ordinary of Crime (Narkoba, Teroris, Korupsi), Ketidak pastian hukum, tiada keteladanan sehingga Korupsi umumnya dilakukan. Strata Sarjana yang Izajahnya mahal bisa dibeli sekitar pasar Senen Jakarta, Aneka impor dari RRC.

Dampak lainnya terjadi 3,5 juta pasien Narkoba mayoritas tewas, 53 % Pelajar SMP SMA tak perawan dari pengaruh Google justru paling aman terjadi dirumahnya sendiri sepi ketika orang tuanya kerja.

Mantan Penasehat KPK itu, melanjutkan, di era Jokowi, Intensiv De Islamisasi, Islam Rahmatan kerdil menjadi Islam Nusantara. Luntur Identitas nilai Budaya Islam seperti Al Jabar jadi Matematik, Pancasila jadi Trisila, hilangkan sejarah tokoh-tokoh muslim pioner ilmu seperti Al Zazali (Engkol), Ibnu Haitam (Teropong, Kamera), Ibnu Sina / Avacenia (Kedokteran), Abbas Ibnu (Pesawat) di klaim barat sebagai penciptanya.

Muslim sebagai pelopor peradaban modern jadi tertinggal dan terhina karna hubbudunya (Cinta dunia).

Suami penentu Keluarga Saqinah, Mawahdah maka untuk ciptakan anak soleh via PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang mendoakan orangtunya selamat dunia ahiroh.

Sepulang khutbah, Bang Doel jumpa dengan pengurus masjid, Habib Fikri Thalib bersama Imansyah HR, Nur Hidayat, Azma, HMI UNU……. (Mahdi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Sambut Hutda Tolitoli, Kapolres: Dirgahayu Kabupaten Tolitoli ke-60

Sat Dec 12 , 2020