HARI PAHLAWAN

Abaikan Kader Daerah, Pemuda Alkhairat Keluarkan Petisi Tolak Kepala Kantor Kemenag Sulteng

$rows[judul] Keterangan Gambar : Dedi Irawan, SPd. Ketua PW HPA Sulteng

PALU, KlikNusantara.com | Penunjukan Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd sebagai Kepala Kantor Kemenag Sulteng menyisakan persoalan.

Pasalnya Ormas terbesar di Indonesia Timur yang berpusat di Palu, Alkhairat menyatakan penolakan kepada sosok Ulyas Taha, dalam jabatan tersebut.

Penolakan itu dikeluarkan dalam bentuk petisi dan diedarkan melalui jaringan online.

Ketua Pengurus Wilayah Himpunan Pemuda Alkhairat (PW HPA) Sulawesi Tengah, Dedi Irawan, SPd., kepada media ini mengungkapkan bahwa penunjukan orang luar sebagai pejabat nomor 1 di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng adalah pengabaian aspirasi masyarakat Sulawesi Tengah. 

"Itu sangat arogan. Bukan hanya mengabaikan, tapi sepertinya melecehkan. Padahal di sini juga banyak tokoh dari kader daerah yang bisa menjabat di situ," tandas Tokoh Pemuda Sulteng ini.

Dedi menegaskan petisi yang beredar di jaringan online terkait penolakan itu sejalan dengan sikap Pimpinan Ormas Islam PB Alkhairat.

"Kita prihatin dan menolak cara-cara arogan semacam itu. Apa lagu sejumlah tokoh penting di daerah ini sudah memberikan rekomendasi agar putra daerah Sulawesi Tengah diberi kesempatan memimpin," ujarnya.

Meski diketahui, jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag adalah jabatan dalam institusi vertikal, Dedi mengatakan tetap ada etika dan tatakrama yang mesti di kedepankan.

Bagi Ketua PW HPA Sulteng ini, petisi yang beredar telah mewakili sikap warga Alkhairat di Sulteng. Ia berharap Mentri Agama merubah keputusannya itu demi kebaikan bersama. 

Berikut isi lengkap petisi tersebut:

Bertanda tangan dibawah ini adalah tokoh maupun organisasi yang menyatakan secara tegas dan meminta Menteri Agama Republik Indonesia untuk mengganti Bapak Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd sebagai Kepala Kantor Kemenag Sulteng dengan pertimbangan sebagai berikut :

1. Penunjukan dilakukan tanpa mempertimbangkan usulan maupun Rekomendasi Gubernur Sulawesi Tengah yang dikuatirkan akan mengganggu sinergitas kerja kementrian agama di tingkat lokal Sulteng.

2. Alkhairaat sebagai Ormas yang selama ini berperan dalam gerakan kebinekaan dan organisasi Islam terbesar di Indonesia Timur yang berpusat di Palu, Sulawesi Tengah, semestinya menjadi salah satu mitra utama yang dapat dipertimbangkan dalam menunjuk pimpinan di lingkungan Kemenag Sulteng.

3. Dalamnya sambutannya di Kemenag Sulteng, Bapak Ulyas Taha secara terang-terangan menyatakan bahwa, yang paling berperan penting mendorongnya hingga terpilih menjabat Kakanwil Kemenag Sulteng adalah oknum pw ormas di sulteng. Mengesankan bahwa dasar penempatan petugas kementerian Agama di daerah adalah nepotisme bukan kelayakan dan profesional. 

4. Menghendaki Menag RI kiranya memprioritaskan putra-putra daerah Sulteng untuk memimpin Kemenag Sulteng. 

5. Mengharapkan Menag RI untuk menunjuk Pjs kepala kantor kementerian agama provinsi Sulteng dan menyerahkan sepenuhnya kepada bpk menteri untuk menunjuk kanwil yang baru dgn mempertimbangkan kearifan lokal. 

Demikian Petisi ini kami sampaikan untuk segera ditindak lanjuti..... (****). 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)