23 Januari Gorontalo dan Korupsi GORR

ilustrasi: Foto : indonesiaensiklopedi, Patung Nani Nani Wartabone-Gorontalo

Editorial Oleh : Dulwahab Kasan Nasaru ( Pengamat Polhukam,Jurnalis TMN,Alumni HMI,Kaum SI)

23 Januari Merupakan salah satu Hari Bersejarah untuk Provinsi Gorontalo,setiap Tahun Ceremony Tentang Kemerdekaan Gorontalo dari Penjajahan Kolonial Belanda dilaksanakan dengan Meriah.

Saat Gorontalo ditetapkan sebagai Provinsi,Kegiatan Ceremony ini makin Gencar dilaksanakan Pemerintah Daerah pada setiap tahun nya,namun sayangnya Kegiatan Peringatan Peristiwa 23 Januari masihlah sebatas Ceremonial Belaka yang Belum bisa Membawa Rakyat Gorontalo keluar dari Lembah Kemiskinan dan Keterpurukan atau Keluar dari Zona Merah sebagai Provinsi urutan ke 5 Termiskin secara Nasional.

23 JANUARI ITU MERDEKA DARI KORUPSI

Salah satu Penyebab Kemiskinan Rakyat Gorontalo adalah Terlalu Banyak nya Koruptor yang Meraja lela di dalam Pemerintahan Daerah, Jaringan Koruptor ini Bercokol dan Tumbuh di Indonesia, dan kini Sedang Menjadi Kanker di Tubuh Pemerintahan dan Rakyat Gorontalo,Banyak Bukti dan Fakta Oknum-Oknum Pejabat Daerah Gorontalo yang ditangkap Karna Korupsi.

Korupsi Tentu saja Menghabiskan Uang Rakyat yang ada dalam Negara,Uang yang Mestinya di Salurkan Kepada Rakyat dalam Pembangunan Habis di Curi untuk Memperkaya diri sendiri.

Banyak Kasus Korupsi di Gorontalo yang Hingga saat Ini Belum selesai ,Padahal Penyelidikian terhadap kasus-kasus itu sudah Begitu Lama,Sebuah Pertanyaan Bagi Para Penegak Hukum di Gorontalo,Khusus nya Kejaksaan Negeri Gorontalo ??.

KORUPSI GORR Dan 23 JANUARI.

Kasus Korupsi GORR Merupakan Kasus Terbesar di Provinsi Gorontalo saat ini,dimana Negara ditaksir Mengalami Kerugian sekitar 42 Miliar Rupiah, sebuah angka Uang Rakyat yang Fantastis, dimana saat Ini Rakyat Gorontalo Makin Sengsara,Untuk Mencari Uang 50 Ribu saja sudah sangat Sulit karna dihantam Pandemi Covid 19.

Mirisnya Oknum-Oknum Pejabat Daerah yang terduga Namanya ada dalam Pusaran Kasus Korupsi GORR Malah Hidup Bergelimang Harta,seperti Koleksi Mobil Mewah dan Koleksi Tanah serta Rumah Gedung, Plus Memiliki Rekening Gendut.

Momentum 23 Januari tahun 2021 ini Harusnya bisa Menjadi Pesan Kemerdekaan untuk Bumi Gorontalo bebas dan Merdeka dari Korupsi dan menjadi Pesan Perlawanan Terhadap Para Koruptor GORR yang sedang Mencengkram Rakyat dengan Pembodohan,yang Telah Menipu Rakyat dan Menghilangkan Uang Negara.

Sudah Saatnya KPK Ambil Alih Kasus GORR

Penyidikan dan Perkembangan Kasus Korupsi GORR yang ditangani Oleh Kejaksaan Tinggi Gorontalo saat ini Masih dianggap Kabur Oleh Publik Nasional, Kasus ini sudah ditangani beberapa tahun yang Lalu namun Belum Mampu Mengungkap Para Aktor Utama dan Dalang di balik Kasus GORR, Uang Negara Masih Hilang dan Belum Kembali.

Kasus GORR ini sebenarnya sudah Dalam Supervisi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), sehingga sudah Bisa Untuk diambil alih Oleh KPK. Rakyat Gorontalo dan Publik Nasional Telah Menunggu kasus ini untuk di Tuntaskan dengan Segera, Uang Negara Harus di Kembalikan,Karna Itu adalah Uang Rakyat yang di cari dengan Susah Payah dan Keringat Oleh Rakyat Untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peristiwa 23 Januari tahun 1942 adalah Perlawanan Terhadap Penjajah Belanda Yang Menyiksa,di zaman itu Korupsi Juga Menjadi Persoalan yang Ikut Menyengsarakan Rakyat Gorontalo yang di Pimpin Oleh Para JOGUGU dan Pemerintah Hindia Belanda, Budaya Korupsi di Gorontalo sudah Terjadi semenjak zaman Kolonial Belanda dan Hal itu Pula yang Menyebabkan VOC Bangkrut.

\Setelah Rakyat Gorontalo Merdeka dari Kolonial Belanda,Kini Korupsi Telah Menjadi Bentuk Penjajahan Kedua di Bumi Gorontalo yang Harus di Lawan dan di Hancurkan Sampai Ke Akar-Akarnya.

Bersambung…

35b24349cfd79c2fca67650b87d971df

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Awali Tahun 2021, Reskrim Polres Tolitoli Ungkap 3 Kasus Pidana, yang Ketiga DPO

Sun Jan 24 , 2021
Kliknusantara.com | TOLITOLI – Mengawali tahun 2021 ini, jajaran Reserse dan Kriminalisasi (Reskrim) Polres Tolitoli ungkap 3 kasus pidana. Pengungkapan itu disampaikan melalui konferensi pers Polres Tolitoli, Sabtu (23/1/21).  Konferensi pers yang berlangsung di Aula Parama Satwika Polres Tolitoli dan dipimpin Wakapolres Tolitoli itu mengungkap 1 kasus dugaan pidana korupsi ADD/DD, dan 2 kasus […]