Hari Bhayangkara

Terungkap 15 Kasus, Kades Malomba Pimpin Langsung Rapat Persiapan Kegiatan Rembuk Stunting

$rows[judul] Keterangan Gambar : Suasana rapat persiapan Rembug Stunting di Kantor Desa Malomba pada Senin 24 Juni 2024.
DONDO, Kliknusantara.Com| Terungkap 15 kasus, Kepala Desa (Kades) Malomba, Adnan Ibrahim pimpin langsung rapat persiapan kegiatan Rembug Stunting di Kantor Desa Malomba, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah pada Senin (24/6/2024).

Hadir dalam rapat persiapan kegiatan tersebut sejumlah perangkat desa, Kader Posyandu, Kader KPM dan BPD Desa Malomba. 

Sesuai rencana, Rembug Stunting itu akan digelar di Rumah Adat Dondo Malomba pada Rabu besok 26 Juni 2024. Dalam rapat tersebut Kepala Desa berharap agar kegiatan tersebut dapat berjalan lancar. 

"Kita mengupayakan kegiatan Rembug Stunting nanti berjalan sesuai harapan  dan akan di laksanakan Hari Rabu di rumah adat Dondo," ujar Adnan Ibrahim. 

Dalam kegiatan Rembug Stunting iti nantinya, Adnan mengundang tokoh masyarakat dan orang tua anak yang mengalami kasus Stunting. 

Kepala Desa mengungkapkan jika persoalan Stunting di desanya amat memprihatinkan. Apalagi kasus Stunting yang baru terdeteksi saat ini terdapat 15 kasus Stunting yang dilaporkan dari 3 Posyandu.

Angka tersebut tentu mengungkapkan jika kasus stunting di Desa Pahlawan Lanoni tersebut adalah persoalan serius. Tentu saja lngkah Kepala Desa Adnan patut diapresiasi karena berani mengungkap dan mengambil langkah penanganan secara serius pula. 

"Kami berharap dengan upaya ini melibatkan semua pihak dapat mengatas stunting, minimal berupaya mengurangi stanting itu sendri," cetus Adnan Ibrahim. 

Diketahui, isu stunting merupakan topik pembahasan bukan saja ditingkat desa. Stunting menjadi isu  berskala nasional yang menjadi konsen Presiden Jokowi beberapa tahun ini jelang akhir masa jabatannya yang kedua. 

Kasus stunting sesungguhnya merupakan anti tesis dari kesejahteraan. Dapat dikatakan sebagai bentuk kegagalan pembangunan dan kepemimpinan. Sebab stunting sesungguhnya adalah kasus gizi buruk yang menimpa anak balita karena banyak faktor, terutama ekonomi dan minimnya penanganan kesehatan. 

Kasus stunting biasanya susah terungkap ke publik karena cenderung ditutup-tutupi banyak oknum tertentu. Itu stunting dianggap 'aib' dibidang kesehatan dan bidang politik di negeri yang konon sudah mulai sejahtera.... (Nitha). 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)